Seorang perempuan bernama Sahriyah (23) mengalami kondisi hirsutisme atau pertumbuhan rambut berlebih berupa brewok pada wajahnya akibat tumor di kelenjar adrenal dan pituitari. Sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Sabtu (2/5/2026), kondisi medis langka ini mulai muncul sejak ia memasuki masa pubertas.
Gejala fisik tersebut mulai disadari pemilik akun Instagram @theycallmesaah ini sesaat setelah mengalami menstruasi pertama pada usia 12 tahun. Selain pertumbuhan bulu yang tidak biasa, gangguan kesehatan ini memicu ketidakseimbangan hormon serius dalam tubuhnya.
"Aku memang buluan dari kecil, berkumis tipis juga, namun untuk jenggot baru muncul setelah pubertas. Seiring umurku bertambah, semakin tebal juga," ujar Sahriyah saat dihubungi detikcom ditulis Sabtu (2/5/2026).
Diagnosis medis menunjukkan bahwa keberadaan tumor tersebut mengakibatkan produksi hormon testosteron dan aldosteron menjadi tidak normal. Sahriyah menjelaskan bahwa efek samping dari tingginya hormon tersebut berdampak pada kondisi fisiknya secara menyeluruh, termasuk risiko kelumpuhan.
"Testosteronku tinggi, aldosteronku juga tinggi. Jadi selain brewokan aku juga sering lumpuh dan masuk rumah sakit karena kekurangan kalium," ungkap Sahriyah.
Dampak kesehatan yang dialami Sahriyah mencakup kelumpuhan total dari kaki hingga kepala serta hipertensi yang diderita sejak kecil. Penanganan medis saat ini mengharuskan ia mengonsumsi berbagai jenis obat untuk menstabilkan kadar kalium, fungsi jantung, dan tekanan darah.
"Sebenarnya seharusnya aku dioperasi, tapi untuk saat ini aku masih mengumpulkan biaya untuk operasi tersebut," pungkas Sahriyah.
Hingga kini, Sahriyah masih dalam proses penggalangan dana untuk menjalani tindakan operasi pengangkatan tumor sesuai anjuran dokter spesialis endokrin guna memulihkan stabilitas kondisi tubuhnya.