Gates Foundation berencana melakukan pengurangan staf sebesar 20 persen pada tahun 2030 mendatang setelah melakukan peninjauan eksternal terhadap hubungan lembaga dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Kebijakan ini dilaporkan juga mencakup pembatasan pengeluaran operasional organisasi.
Langkah efisiensi ini dilansir dari Detik iNET melalui laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan adanya perubahan signifikan dalam struktur anggaran. Yayasan yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda Gates ini akan membatasi biaya operasional hingga USD 1,25 miliar dari anggaran semula sebesar USD 9 miliar untuk tahun 2026.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, mengonfirmasi kebijakan tersebut melalui sebuah memo internal kepada para karyawan. Ia menekankan bahwa langkah tegas perlu diambil di tengah situasi organisasi yang sedang menghadapi berbagai tantangan besar.
"Ini adalah masa yang penuh tantangan bagi organisasi kami dalam banyak hal, tetapi ini juga menyoroti pentingnya mengambil tindakan tegas sekarang," kata CEO Gates Foundation, Mark Suzman.
Pihak yayasan memberikan klarifikasi tambahan melalui surat elektronik kepada CNBC mengenai pemberitaan yang beredar. Mereka menyatakan bahwa informasi terkait anggaran dan peninjauan hubungan dengan Epstein sebenarnya telah disampaikan sebelumnya kepada internal organisasi.
"Sebagai konteks, seperti yang kami catat kepada WSJ, tidak satu pun dari 'pengumuman' yang termasuk dalam artikel yang diterbitkan hari ini adalah hal baru," ujar Gates Foundation.
Pernyataan tersebut merujuk pada pembaruan informasi yang diberikan oleh pimpinan yayasan kepada seluruh staf. Hal ini berkaitan dengan penyesuaian operasional yang sudah dirilis pada awal tahun ini.
"Ini termasuk dalam pembaruan dari CEO Mark Suzman kepada semua karyawan yayasan tentang berbagai topik yang berkaitan dengan operasi yayasan," kata yayasan tersebut.
Bill Gates sendiri sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada stafnya pada Februari lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan penjelasan mengenai hubungannya dengan Epstein serta pengakuan terkait kehidupan pribadinya.
"I did not do anything illegal. I did not see anything illegal," katanya kepada karyawan Gates Foundation.
Hubungan antara Gates dan Epstein dilaporkan bermula pada tahun 2011, meski Epstein telah divonis bersalah dalam kasus prostitusi anak di Florida pada 2008. Epstein kemudian ditemukan tewas di penjara federal New York pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks anak.
Sebagai tindak lanjut dari laporan ini, Bill Gates dijadwalkan akan menjalani sesi wawancara dengan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR Amerika Serikat. Pertemuan yang direncanakan berlangsung pada 10 Juni 2026 tersebut akan mendalami keterkaitannya dengan Jeffrey Epstein.