Gaya Hidup Modern Picu Lonjakan Kasus Hipertensi Anak Muda Malaysia

Gaya Hidup Modern Picu Lonjakan Kasus Hipertensi Anak Muda Malaysia

Lonjakan kasus hipertensi hingga gangguan jantung kini semakin marak ditemukan pada kelompok usia muda di Malaysia. Fenomena ini erat kaitannya dengan penerapan gaya hidup modern yang cenderung kurang sehat, seperti dikutip dari Detik Health.

Konsultan Kardiolog dan Elektrofisiolog di Sunway Medical Centre, Gary Lee Chin Keong, mengonfirmasi bahwa tren pasien berusia muda yang mengidap hipertensi serta penyakit kardiovaskular terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

"Sekitar 20 tahun yang lalu, hipertensi sebagian besar dianggap sebagai kondisi yang mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua," tutur Dr Gary, dikutip dari Focus Malaysia.

"Saat ini, saya merawat pasien berusia 20-an dan 30-an," lanjutnya.

Menurut penjelasan Dr Gary, tingginya angka kasus hipertensi primer pada generasi muda ini dominan dipicu oleh faktor kebiasaan sehari-hari. Jenis hipertensi ini tidak memiliki penyebab pasti, namun memiliki korelasi kuat dengan pola hidup harian pasien.

Beberapa faktor risiko utama tersebut mencakup tekanan stres kronis, kurangnya waktu tidur, durasi jam kerja yang panjang, minimnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga tingginya konsumsi makanan olahan serta asupan garam berlebih.

Berdasarkan data Survei Kesehatan dan Morbiditas Nasional 2024, sekitar tiga dari empat orang dewasa di negara Malaysia rutin mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi.

Rata-rata penduduk Malaysia mengonsumsi garam sekitar 7,3 gram per hari. Jumlah tersebut melebihi ambang batas yang disarankan oleh World Health Organization, yaitu kurang dari 5 gram atau setara dengan satu sendok teh per hari.

Kandungan natrium ini sering kali tidak disadari karena tersembunyi di dalam makanan sehari-hari yang tidak selalu memiliki rasa asin, seperti saus, kuah, sup, mi, makanan olahan, hingga hidangan yang dibeli di luar rumah.

Kelompok muda menjadi pihak yang paling rentan terhadap risiko ini akibat kebiasaan mengonsumsi makanan praktis serta cepat saji yang kini kian populer. Pola makan tersebut dikhawatirkan menetap hingga usia dewasa dan memicu penyakit kronis.

Kondisi lain seperti obesitas dan diabetes juga turut andil dalam memperbesar risiko kemunculan hipertensi serta penyakit kardiovaskular pada usia dini.

"Banyak warga Malaysia yang tidak hanya mengembangkan hipertensi lebih awal, tetapi juga hidup dengan dampak yang lebih lama," beber Dr Gary.

"Hal ini membuat komplikasi lebih mungkin muncul pada usia yang lebih muda," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi