GDPS Kirim 22 Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi

GDPS Kirim 22 Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi

PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) mengirimkan total 22 tenaga profesional Indonesia ke Arab Saudi untuk mendukung proyek maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat pada April dan Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari ekspansi layanan Business Process Outsourcing (BPO) milik afiliasi Garuda Indonesia Group tersebut di pasar internasional.

Dilansir dari Money, pengiriman gelombang terbaru dilakukan pada 11 April 2026 dengan memberangkatkan 10 Cabin Technician berkemampuan tinggi. Sebelumnya, perusahaan telah mengirimkan 12 tenaga profesional pada 2-3 Februari 2026 guna mendukung pengerjaan proyek pemeliharaan pesawat yang sama di negara tersebut.

Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, menyatakan bahwa keberlanjutan penugasan ini membuktikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor aviasi global. Pihak mitra internasional memberikan kepercayaan lebih karena standar profesionalisme yang ditunjukkan oleh para teknisi selama bertugas.

"Ini bukan hanya tentang pengiriman tenaga kerja, tetapi bagaimana SDM Indonesia menunjukkan kualitas, disiplin, dan profesionalisme sehingga kepercayaan itu kembali diberikan," ujar Cornelis Radjawane, Direktur Utama GDPS.

Pemilihan tenaga kerja dilakukan melalui proses seleksi ketat yang mengacu pada standar industri internasional dan kebutuhan spesifik proyek. Cornelis menekankan bahwa karakter pekerja Indonesia yang adaptif dan pekerja keras menjadi keunggulan kompetitif saat bersaing di pasar global.

"Tenaga profesional yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan persiapan sesuai kebutuhan proyek serta standar industri internasional," kata Cornelis Radjawane, Direktur Utama GDPS.

Selain Arab Saudi, GDPS tercatat pernah menempatkan tenaga profesional ke negara lain seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Papua Nugini. Perusahaan berencana terus memperluas kerja sama internasional untuk membuka peluang pengalaman kerja global bagi tenaga ahli Indonesia di bawah prinsip health, safety, security, and environment (HSSE).

Artikel terkait

Rekomendasi