PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melakukan ekspansi bisnis di industri aviasi dan sektor pendukung guna memperkuat fundamental operasional perusahaan. Langkah strategis ini mencakup pertahanan pelanggan lama serta akuisisi pasar baru pada lini perawatan pesawat komersial, Jumat (22/5/2026).
Dilansir dari Investasi, perusahaan berhasil mempertahankan kemitraan dengan maskapai global seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific. Selain itu, emiten aviasi ini juga sukses menggaet mitra baru meliputi One Air, Air Swift, dan Texel Air.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi menjelaskan bahwa peningkatan kapabilitas operasional menjadi fokus utama untuk merespons dinamika pasar penerbangan.
"Dengan kapabilitas yang semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global," kata Andi Fahrurrozi, Direktur Utama GMFI.
Sinergi di internal Garuda Indonesia Group turut ditingkatkan melalui reaktivasi armada, yang mencakup 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sepanjang tahun 2025.
Pada sektor pertahanan, perusahaan merampungkan perawatan helikopter Bell 412 unit keempat serta dua pesawat VIP Boeing 737-800 pada tahun lalu. Kolaborasi strategis juga dijalin dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) pesawat tempur Rafale.
Lini bisnis non-commercial aircraft, yang terdiri dari Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 59,9 persen secara tahunan dengan nilai US$ 36,7 juta pada 2025. Eksplorasi pasar tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan hanggar door di Hanggar 1 serta pengembangan Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).