Grup Djarum melalui entitas Savoria Group menyiapkan strategi bisnis terintegrasi untuk memperkuat produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Dilansir dari Ekonomi, perusahaan menargetkan populasi sapi perah mencapai 36.000 ekor guna mendukung ketersediaan susu segar di Indonesia.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan pada Selasa (12/5/2026) bahwa dua unit usaha yakni PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama menjadi motor utama ekspansi ini. Langkah tersebut merupakan upaya sistematis dalam menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir.
"Jika sudah beroperasi penuh, akan dapat memberikan kontribusi sebesar sekitar 18% terhadap target susu segar nasional," kata Ihsan kepada Bisnis, Selasa (12/5/2026).
Penerapan model bisnis integrated farm-to-glass menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga standar kualitas. Dengan skema ini, perusahaan memiliki kendali penuh atas seluruh proses produksi mulai dari pemeliharaan ternak di peternakan hingga produk akhir sampai ke tangan konsumen.
Aspek kesejahteraan hewan menjadi pilar utama dalam operasional peternakan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga. Ihsan menegaskan bahwa pemberian nutrisi yang optimal bagi setiap ekor sapi merupakan prioritas guna menjamin kesehatan ternak secara berkelanjutan.
"Setiap sapi dipastikan memperoleh nutrisi optimal guna menjaga kesehatan dan produktivitas ternak," ujar Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group.
Guna mendukung stabilitas ketersediaan pakan, Grup Djarum membangun pabrik pakan sendiri agar tidak bergantung sepenuhnya pada fluktuasi pasar. Selain itu, fasilitas pengolahan di sisi hilir telah dilengkapi teknologi tinggi untuk mempertahankan nutrisi asli susu.
Inovasi lingkungan juga diterapkan melalui sistem pengolahan limbah tanpa sisa atau zero waste. Perusahaan memanfaatkan kotoran sapi menjadi energi biogas dan pupuk organik untuk mendukung efisiensi operasional pabrik.
"Limbah cair didaur ulang di instalasi pengolahan air, serta pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan listrik pabrik," imbuh Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group.
Penguatan jaringan distribusi dilakukan agar kesegaran produk tetap terjaga saat diterima konsumen. Meski demikian, Ihsan mengakui bahwa sektor peternakan sapi perah di dalam negeri masih menghadapi tantangan besar terkait biaya pakan dan ancaman penyakit hewan menular.
"Terbatasnya benih unggul di dalam negeri baik itu sapi perah maupun pakan ternak [jagung khusus silase]," ujar Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group.
Digitalisasi dan adopsi teknologi menjadi solusi yang terus didorong perusahaan untuk memenuhi standar ekspor. Dukungan pemerintah pun mengalir terhadap proyek ini sebagai bagian dari peta jalan swasembada pangan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menilai investasi ini akan berdampak luas bagi ekonomi daerah. Proyek yang berlokasi di Kabupaten Brebes ini diproyeksikan membuka banyak lapangan kerja baru.
"Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sosial di wilayah Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah," ujar Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.
Investasi di Jawa Tengah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Keberadaan industri peternakan modern ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.