Potensi pandemi akibat temuan kasus hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang kini berada di lepas pantai Tanjung Verde dinilai sangat kecil meski virus tersebut memiliki tingkat fatalitas tinggi. Penegasan ini muncul setelah tiga penumpang dilaporkan tewas akibat infeksi yang diduga berasal dari wilayah Patagonia, Argentina, sejak keberangkatan Maret lalu.
Guru Besar Emeritus Kesehatan Hewan Universitas Zaragoza, Juan Jose Badiola, mengungkapkan bahwa kelompok virus dari keluarga Antaviride dan Bunyavirus ini memang masuk dalam pengawasan ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meski mematikan, Badiola meyakini risiko penyebaran secara global tidak terlihat secara langsung.
"Eso no se ve, yo no lo veo de una manera directa ni muchísimo menos" ujar Juan Jose Badiola, Profesor Kesehatan Hewan.
Badiola menjelaskan bahwa varian yang menginfeksi kapal tersebut kemungkinan adalah "Varian Andes" yang lazim ditemukan di Chile dan Argentina. Varian ini memiliki sifat langka karena memungkinkan adanya penularan dari manusia ke manusia, yang diduga menjadi penyebab meluasnya kasus di atas kapal selama masa inkubasi tiga hingga empat minggu.
"este es un virus que la Organización Mundial de la Salud lo tenía en la diana" kata Juan Jose Badiola, Profesor Kesehatan Hewan.
Badiola menduga infeksi bermula saat seorang penumpang berinteraksi dengan hewan pengerat saat melakukan kunjungan darat sebelum kembali ke kapal. Virus ini umumnya menular melalui aerosol dari kotoran, urin, atau air liur tikus yang terkontaminasi.
"Yo creo que lo que ha ocurrido, pero puedo estar equivocado evidentemente, es que una persona, en una excursión que se hiciera a través de visitar un certo lugar, parece ser que había bastantes roedores allí, pudiera haber tomado contacto con el virus, se hubiera infectado, regresara al barco" jelas Juan Jose Badiola, Profesor Kesehatan Hewan.
Gejala awal hantavirus menyerupai flu, namun dapat berkembang menjadi sindrom kardiopulmoner serta sindrom hemoragik yang disertai lesi ginjal. Tingkat kematian bisa mencapai 38 persen jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan di Unit Perawatan Intensif (ICU).
"Los dos pueden producir una enfermedad grave que conduzca a la muerte" tegas Juan Jose Badiola, Profesor Kesehatan Hewan.
Terkait rencana kapal untuk bersandar di Kepulauan Canaria, Spanyol, Badiola menilai langkah tersebut sebagai kabar baik demi keselamatan medis penumpang. Ia menekankan bahwa para penumpang harus tetap diisolasi secara ketat untuk mencegah kontak dengan populasi lokal mengingat masa inkubasi virus yang bisa mencapai sembilan minggu.
"una buena noticia" kata Juan Jose Badiola, Profesor Kesehatan Hewan.
Saat ini, para penumpang diinstruksikan untuk tetap berada di dalam kabin masing-masing guna meminimalisir penyebaran lebih lanjut di area komunal kapal. Tim medis internasional masih terus memantau perkembangan kondisi penumpang yang berstatus suspek maupun yang menunjukkan gejala ringan.