Hartadinata Abadi Bagikan Dividen Rp 40 per Saham Naik 90 Persen

Hartadinata Abadi Bagikan Dividen Rp 40 per Saham Naik 90 Persen

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025 dengan besaran Rp 40 per saham. Keputusan ini telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, dilansir dari Investasi.

Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu (3/6). Hasil ini mempertegas komitmen emiten manufaktur emas dan perhiasan ini kepada para investor.

Bila merujuk pada harga saham HRTA pada perdagangan intraday Rabu (3/6) yang berada di level Rp 2.310 per saham, yield dividen perusahaan tercatat di level 1,73%. Sementara itu, rasio dividen payout untuk tahun buku 2025 berada pada kisaran 18,83%.

"Nominal dividen ini meningkat 90% dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 21 per saham,"

ujar Ong Deny, Direktur Hartadinata Abadi dalam paparan publik, Rabu (3/6).

Di sisi lain, perusahaan juga mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tiga bulan pertama tahun 2026. Pendapatan kuartal I-2026 melesat hingga Rp 20,16 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 196,96% year on year (yoy) dari Rp 6,78 triliun pada kuartal I-2025.

Lonjakan ini diikuti oleh pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 189,48% yoy. Laba bersih emiten ini naik menjadi Rp 433,49 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp 149,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Performa positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan yang mencapai 7,83 ton. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% secara tahunan menjadi Rp 2.567.213 per gram.

Berdasarkan segmen bisnis, pendapatan perusahaan masih didominasi oleh sektor grosir yang menyumbang 90,60% dari total pendapatan. Kontribusi ini termasuk dari lembaga keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah.

Selanjutnya, segmen ritel memberikan kontribusi sebesar 9,13% terhadap total pendapatan perusahaan. Sementara itu, lini bisnis gadai menyumbang sebesar 0,26% pada periode tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi