Penderita Hipertensi Wajib Batasi Bumbu dan Daging Olahan Saat Idul Adha

Penderita Hipertensi Wajib Batasi Bumbu dan Daging Olahan Saat Idul Adha

Momen perayaan Idul Adha kerap menyisakan stok daging sapi maupun kambing yang melimpah untuk diolah menjadi aneka hidangan. Namun, dilansir dari Suara, para pengidap hipertensi disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan selama momen ini.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai ancaman senyap yang berisiko memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung hingga stroke. Risiko ini tidak hanya bersumber dari porsi daging, melainkan juga dari bumbu pelengkap yang digunakan.

Penyandang stabilitas darah tinggi perlu memperhatikan kandungan natrium tersembunyi di dalam bumbu cair maupun instan. Kecap manis yang biasa menjadi bahan utama semur, sate, oseng, atau tongseng memiliki kadar garam tinggi meski rasanya manis.

Konsumsi kecap manis yang berlebih dapat mengikat air dalam pembuluh darah dan menaikkan volume darah. Kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak.

Selain kecap manis, bumbu blok, kaldu instan, dan penyedap rasa juga membawa risiko serupa bagi kesehatan pembuluh darah. Bahan-bahan tersebut memiliki kandungan natrium yang sangat terkonsentrasi.

Bahan Makanan dan Bagian Daging yang Harus Dihindari

Daging olahan seperti kornet, sosis, atau bacon sebaiknya tidak dicampurkan dalam masakan karena mengandung pengawet dan kadar garam yang lebih tinggi daripada daging segar. Santan yang dipanaskan berulang kali sampai berminyak juga berbahaya karena memicu pembentukan lemak trans.

Penderita hipertensi juga wajib selektif dalam memilih potongan daging kurban. Bagian jeroan seperti paru, usus, dan babat, serta potongan daging dengan lapisan lemak tebal harus dihindari sepenuhnya demi mencegah kenaikan kolesterol.

Daging Kambing dan Solusi Pengolahan Sehat

Sebagai alternatif, potongan daging rendah lemak seperti has dalam lebih disarankan untuk dikonsumsi. Berdasarkan tinjauan ilmiah, daging kambing sebenarnya memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah daripada daging sapi.

Kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsi daging kambing umumnya dipicu oleh penambahan garam yang berlebihan saat memasak. Masalah ini semakin rawan bagi individu yang mengalami gangguan fungsi ginjal.

Untuk memperkuat cita rasa masakan tanpa garam, penggunaan rempah alami seperti bawang putih, jahe, ketumbar, lada, atau daun salam sangat dianjurkan. Langkah ini menjaga hidangan tetap lezat sekaligus aman bagi tubuh.

Keseimbangan nutrisi saat pesta daging dapat dijaga dengan mengonsumsi sayuran berserat tinggi seperti bayam, brokoli, atau buncis. Buah kaya potasium seperti pisang dan kiwi juga membantu ginjal membuang sodium lewat urine.

Metode memasak yang lebih aman bagi pengidap hipertensi adalah dengan cara merebus, mengukus, atau memanggang daging. Cara-cara tersebut jauh lebih sehat dibandingkan mengolah daging dengan metode menggoreng dalam minyak banyak.

Artikel terkait

Rekomendasi