Hobi Berperan Sebagai Penyangga Psikologis Saat Ekonomi Tidak Stabil

Hobi Berperan Sebagai Penyangga Psikologis Saat Ekonomi Tidak Stabil

Psikolog dari Kasandra & Associates, A Kasandra Putranto, mengungkapkan bahwa menjalankan hobi menjadi metode efektif untuk menjaga kesehatan mental di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar saham. Aktivitas sukarela ini berfungsi sebagai penyangga psikologis guna mengelola emosi dan kecemasan kronis.

Kondisi ekonomi yang fluktuatif, seperti pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah, dinilai memicu stres karena manusia kehilangan rasa kendali atas masa depan. Dilansir dari Lifestyle, hobi membantu individu tetap terhubung dengan diri sendiri sekaligus memberikan ruang untuk stabilitas emosi di situasi sulit.

"Stres muncul ketika individu menilai suatu situasi sebagai mengancam dan merasa sumber daya coping-nya terbatas. Dalam konteks ekonomi, kekhawatiran terhadap pekerjaan, tabungan, atau investasi dapat memicu kecemasan kronis, gangguan tidur, hingga penurunan kesejahteraan mental," ujar Kasandra Putranto, Psikolog Kasandra & Associates.

Kasandra menjelaskan bahwa perasaan senang yang timbul dari kegemaran tertentu berkaitan erat dengan mekanisme penurunan hormon kortisol. Aktivitas yang menyenangkan mampu meningkatkan emosi positif dan memberikan harapan baru bagi pelakunya.

"Dengan kata lain, hobi membantu individu merasa masih memiliki kendali di tengah situasi yang serba tidak pasti," jelas Kasandra Putranto, Psikolog Kasandra & Associates.

Menurut laporan Jakpat bertajuk Gen Z Characteristics and Behaviors 2024, mayoritas anak muda memilih aktivitas digital untuk mengisi waktu senggang. Sebanyak 63% responden aktif berselancar di media sosial, sementara 57% lainnya memilih menonton film atau serial sebagai sarana relaksasi.

Data tersebut juga merinci preferensi hiburan lainnya, di mana 55% responden menyukai konten auditif seperti musik dan podcast. Selain itu, terdapat 53% kelompok Gen Z yang menggunakan permainan gim sebagai sarana utama untuk melepas penat di tengah rutinitas harian.

Aktivitas Waktu Luang Gen Z 2024
Jenis AktivitasPersentase
Berselancar Media Sosial63%
Menonton Film/Serial57%
Mendengarkan Musik/Podcast55%
Bermain Gim53%
Berkumpul Bersama Teman38%
Berolahraga32%
Membaca Buku27%

Meskipun aktivitas berbasis gawai mendominasi, sebagian anak muda masih rutin melakukan kegiatan fisik dan sosial. Sebanyak 38% responden gemar berkumpul dengan rekan, 32% memilih berolahraga, dan 27% lainnya tetap mempertahankan hobi membaca buku.

Kasandra menekankan bahwa keberagaman hobi tersebut sah-sah saja dilakukan selama berada dalam koridor yang wajar. Ia memberikan catatan khusus mengenai perbedaan antara hobi yang menyehatkan dengan perilaku pelarian yang bersifat konsumtif.

"Stres muncul ketika individu menilai suatu situasi sebagai mengancam dan merasa sumber daya coping-nya terbatas. Dalam konteks ekonomi, kekhawatiran terhadap pekerjaan, tabungan, atau investasi dapat memicu kecemasan kronis, gangguan tidur, hingga penurunan kesejahteraan mental," pungkas Kasandra Putranto, Psikolog Kasandra & Associates.

Artikel terkait

Rekomendasi