Aktivitas fisik berupa senam ergonomik kini kian populer sebagai metode efektif menjaga kesehatan tubuh masyarakat lanjut usia. Jenis senam ini memiliki gerakan ringan dan terstruktur yang aman dilakukan rutin demi menjaga kebugaran sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan.
Seperti dilansir dari Medcom, penerapan senam ergonomik kini meluas ke dalam berbagai kegiatan sosial kesehatan masyarakat. Salah satunya diinisiasi oleh Holywings Peduli di Helens Night Mart Ampera, Jakarta Selatan, pada Minggu, 17 Mei 2026, yang melibatkan lebih dari 150 warga lansia asal kawasan Ragunan.
Roida selaku instruktur senam menjelaskan bahwa rutinitas senam ergonomik mendatangkan dampak positif yang besar bagi tubuh. Gerakannya yang simpel dirancang untuk membuat tubuh tetap aktif bergerak tanpa membebani persendian maupun otot secara berlebihan.
"Senam ergonomik ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia. Jika dilakukan secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat," jelasnya.
Selain meredakan nyeri pada sendi, jenis senam ini juga berkhasiat menaikkan kelenturan tubuh sekaligus memperlancar aliran darah. Faktor tersebut sangat krusial bagi kelompok lansia yang umumnya rentan terhadap kekakuan otot dan gangguan sirkulasi darah.
Menurut penjelasan Roida, manfaat senam ergonomik tidak terbatas pada kebugaran fisik melainkan juga menyentuh aspek kesehatan mental. Olahraga yang teratur memicu tubuh memproduksi hormon endorfin serta serotonin yang memunculkan sensasi nyaman dan tenang.
"Benar sekali. Saat seseorang aktif bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin dan serotonin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan membuat pikiran terasa lebih tenang," ujarnya.
Gerakan yang ritmis dan berintensitas ringan dalam senam ergonomik diyakini mampu membuat kondisi tubuh lebih rileks. Dampaknya, para peserta merasakan tubuh yang lebih segar serta kembali berenergi pascalatihan.
"Dalam senam ergonomik, gerakan yang ringan dan ritmis juga membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga peserta merasa lebih segar, nyaman, dan bersemangat setelah berlatih," lanjut Roida.
Olahraga ini juga dinilai berkontribusi positif dalam memperbaiki sistem pernapasan serta meningkatkan kualitas tidur malam. Keaktifan tubuh bergerak memicu metabolisme berjalan lebih optimal sehingga stamina harian lansia tetap terjaga dengan baik.
"Senam ergonomik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain membantu melancarkan peredaran darah, meningkatkan kelenturan otot dan sendi, memperbaiki postur tubuh, menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas tidur, serta membantu menjaga stamina," katanya.
Di sisi lain, agenda olahraga bersama ini berfungsi sebagai wadah interaksi sosial yang positif bagi kelompok lansia. Melalui momentum berkumpul ini, sesama peserta dapat saling bertukar cerita sekaligus meminimalkan risiko stres akibat kesepian.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa pemberian edukasi pola hidup sehat menjadi pilar utama acara ini. Langkah ini diharapkan mampu memicu kesadaran warga untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik sederhana.
"Melalui program Holywings Peduli, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang langsung dirasakan. Senam ergonomik ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung gaya hidup sehat, khususnya bagi para lansia," ujar Andrew Susanto.
Di samping rutin berolahraga, para lansia juga diimbau untuk konsisten menjaga asupan makanan sehat, memantau berat badan ideal, serta melakukan cek kesehatan berkala. Langkah preventif ini penting dilakukan demi menghindari ancaman penyakit degeneratif seperti asam urat, gangguan sendi, hingga hipertensi.