Kekhawatiran mengenai buang air besar secara tidak sengaja sering kali menjadi hal yang paling memicu kecemasan bagi para ibu hamil menjelang proses persalinan.
Kondisi tersebut sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar dalam dunia medis karena aktivitas mengejan menggunakan otot yang sama dengan saat buang air besar.
Tekanan yang sangat besar pada area panggul saat mendorong bayi keluar secara spontan dapat memicu keluarnya sisa kotoran dari dalam tubuh.
Saat proses melahirkan, petugas medis bahkan sering memberikan instruksi kepada ibu hamil untuk mengejan dengan cara yang serupa seperti saat sedang buang air besar.
Metode mengejan tersebut dinilai menjadi langkah yang paling efektif agar bayi dapat segera lahir ke dunia melalui jalan lahir.
Fenomena ini terjadi karena kepala bayi yang turun ke jalan lahir akan menekan usus serta rektum, sehingga sisa feses terdorong keluar secara alami.
Dilansir dari Medcom, situasi ini sudah menjadi hal yang sangat biasa dihadapi oleh para dokter, bidan, maupun perawat yang menangani persalinan setiap hari.
"Dokter kandungan bukanlah orang yang mudah jijik," kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Bahkan, keluarnya sisa kotoran saat mengejan dapat menjadi indikator positif bahwa dorongan yang dilakukan oleh ibu hamil sudah tepat dan kuat.
"Keluarnya tinja saat mengejan justru bisa menjadi tanda bahwa dorongan yang dilakukan sudah benar dan cukup kuat untuk membantu bayi lahir," ujar Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy dalam Parents.
Fokus Utama di Ruang Bersalin
Tim medis di ruang bersalin biasanya langsung melakukan pembersihan secara cepat, tenang, dan hati-hati tanpa mengganggu jalannya proses kelahiran.
Banyak ibu melahirkan yang tidak menyadari hal tersebut telah terjadi karena mereka sedang berfokus penuh menghadapi kontraksi.
Rasa takut atau malu umumnya muncul karena adanya anggapan keliru bahwa proses melahirkan harus selalu terlihat sempurna secara fisik.
Prioritas utama dari seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di dalam ruang persalinan adalah memantau keselamatan serta kondisi kesehatan ibu dan bayi.