Menjelang saat melahirkan, berbagai kekhawatiran baru sering kali menghampiri pikiran para calon ibu. Salah satu kecemasan yang kerap muncul adalah rasa canggung atau takut apabila pasangan melihat langsung proses persalinan secara intens, seperti dilansir dari Medcom.
Kondisi melahirkan memang melibatkan momen emosional yang penuh dengan cucuran keringat, air mata, darah, hingga kelelahan fisik. Situasi yang tidak selalu terlihat rapi ini membuat sebagian ibu hamil merasa gugup membayangkan pasangannya berada di dekat mereka.
Rasa khawatir bahwa pasangan akan merasa tidak nyaman atau kehilangan ketertarikan setelah melihat proses tersebut sebenarnya sangat normal. Meski demikian, momen menyambut kelahiran anak dalam banyak situasi justru mempererat kedekatan emosional antar-pasangan.
Komunikasi yang jujur mengenai ketakutan menjelang persalinan sangat disarankan untuk mengurangi beban kecemasan tersebut.
"Bicaralah dengan pasangan kamu. Beritahu mereka tentang kekhawatiranmu dan tanyakan pendapat mereka," kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book.Banyak suami yang sebenarnya ingin tetap mendampingi sang istri karena menganggap persalinan sebagai momen berharga yang harus dilewati bersama. Kehadiran pasangan juga dapat memberikan dukungan emosional yang menenangkan saat ibu menghadapi kontraksi.
Namun, jika pasangan ternyata sama-sama merasa gugup menghadapi atmosfer ruang bersalin, pencarian jalan tengah sangat diperlukan agar kedua pihak tetap merasa nyaman.
Menyepakati Batas Kenyamanan
Mengikuti kelas persiapan melahirkan bersama dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi persalinan. Hal ini berguna untuk mengurangi ketakutan akibat bayangan yang berlebihan.
Keputusan mengenai posisi pendampingan di ruang bersalin dapat disesuaikan dengan kesepakatan bersama. Sebagian pasangan memilih untuk tetap berada di sisi kepala ibu, sementara sebagian lainnya memilih untuk tidak melihat proses kelahiran dari ujung tempat tidur.
Sebagian besar kekhawatiran yang muncul sebelum melahirkan biasanya akan memudar dengan sendirinya ketika proses persalinan dimulai. Fokus utama calon orang tua akan langsung teralihkan pada keselamatan ibu, kekuatan menghadapi kontraksi, dan momen menyambut kehadiran bayi.