Berawal dari keinginan sederhana untuk menambah uang saku, wanita ini justru berhasil meraih kesuksesan besar yang tak terduga lewat program kemitraan digital atau affiliate.
Kisah inspiratif ini viral di media sosial setelah ia membagikan perjalanan suksesnya yang semula hanya berniat mencari penghasilan tambahan, namun kini justru mampu membangun sebuah rumah kos (kos-kosan) dari hasil kerja kerasnya tersebut.
"Daftar affiliate ah biar bisa nambah uang jajan," tulis akun @riskawidsar.
Lewat postingan Instagram @riskawidsar, dia memperlihatkan transformasinya dari seorang kreator konten biasa menjadi pemilik properti. Dalam unggahan video singkatnya, pemilik akun awalnya tampak bergaya kasual dengan niat iseng mendaftar program kemitraan digital.
Namun, video kemudian beralih menunjukkan kesibukan sebuah proyek pembangunan, lengkap dengan truk material yang sedang membongkar muatan batu dan para pekerja yang tengah membangun pondasi di sebuah lahan luas.
"Bissmillah 🤲🏻🥺 lancar2 ya Allah," tulis akun Instagram @riskawidsar.
Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 1 juta kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet.
"Masyaallah kak nular2 ke aku..Kebetulan aku juga rumah di karawang dket kwsan surya cipta menjanjikan banget klau bikin kos2n," takjub akun @nhuyyasnha.
"Mau di ajarin cara affiliate nya," penasaran akun @vikiindriyani.
"Masya Allah mbaa😍," ujar akun @vinanendah.
Perjalanan Panjang Menjadi Kreator Konten
Media Wolipop sudah menghubungi Riska Widya Sari untuk mencari tahu lebih lanjut kisah di balik keberhasilan besarnya tersebut. Wanita asal Karawang, Jawa Barat ini membagikan cerita latar belakang dan awal mulanya terjun ke dunia kreator konten.
"Nama aku Riska Widyasari aku usianya itu tiga pukul satu tahun sekarang domisili aku di Karawang nama panggilan Turiska kegiatan sehari-hari aku cuman ibu rumah tangga tapi sambil ngonten-ngonten gitu dan latar belakang pendidikan aku tuh cuman tamatan SMK," ungkap Riska, Kreator Konten.
Perjalanan Riska menjadi seorang kreator konten sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sebelum fokus pada bidang yang digelutinya saat ini, ia sempat mencoba berbagai tema konten lain, termasuk komedi situasi rumah tangga, hingga akhirnya menemukan bidang yang sesuai dengan kegemarannya.
"Nah jadi aku tuh ngonten sudah lama sih sebenarnya cuman ganti-ganti gitu. Awal ngonten, komedi rumah tangga. Cuman karena waktu itu aku hamil kedua jadi sempat vakum beberapa tahun dan karena aku tuh sebenarnya passion aku bukan di situ jadi aku tinggalin. Aku ngonten tentang rumah karena sebenarnya aku suka bersih-bersih, dekorasi rumah makanya aku jadi creator home living, sampai sekarang," jelas Riska, Kreator Konten.
Meski menyukai tema tata rumah atau home living, Riska menyadari adanya perbedaan performa konten di setiap platform. Di Instagram, konten home living-nya berjalan baik, namun hal yang sama tidak terjadi di platform lain, terutama dalam menghasilkan komisi affiliate yang sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.
Perubahan haluan konten Riska dari home living ke bidang busana justru terjadi secara tidak sengaja. Hal ini berawal dari kejelian melihat respons para pengikutnya yang sering salah fokus pada pakaian yang ia kenakan.
"Aku tuh sebenarnya nggak langsung terjun ke fashion, jadi tipis-tipis dulu, diselang-seling. kadang fashion kadang comedy, kadang home living, di TikTok kan ini. Ternyata lumayan ya. Dari satu produk saja dari baju, pendapatanannya tuh lumayan. Jadi melebihi dari komisi yang aku dapat dari home living gitu. Makanya sekarang aku fokusin ke fashion sajalah yang untuk di TikTok. Tapi untuk Instagram masih di Home Living. Karena itu kan passion aku sebenarnya," jelas Riska, Kreator Konten.
Berhasil Membangun Aset Kos-kosan
Keputusan Riska untuk fokus pada konten fashion membuahkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Dalam hitungan bulan, pendapatan harian Riska melonjak drastis hingga menyentuh angka jutaan rupiah per hari, yang kemudian ia alokasikan untuk membangun aset properti berupa kos-kosan.
"Alhamdulillah komisi aku naik pesat. Jadi, satu harinya itu bisa dari satu sampai tiga juta seharinya. Selama delapan bulan, komisi aku stabil gitu. Makanya aku memberanikan diri untuk bikin aset dari uang affiliate aku," kata Riska, Kreator Konten.
Saat ini, Riska mengelola beberapa akun media sosial dengan pembagian fokus konten yang berbeda. Selain memanfaatkan fitur afiliasi di satu platform, ia juga tetap menjalankan program afiliasi di platform lain melalui akun Instagram, Facebook, dan YouTube miliknya.
Di balik kesuksesan finansial tersebut, Riska mengaku harus menghadapi berbagai tantangan profesional, terutama dalam hal konsistensi mengunggah video setiap hari. Untuk menyiasati rasa malas dan kelelahan, Riska menerapkan sistem produksi konten secara borongan dalam satu hari penuh demi membuat stok konten untuk hari-hari berikutnya.
"Jadi aku satu hari itu full-in untuk ngonten, bisa menghasilkan sepuluh sampai dua pukul konten. Jadi buat stok gitu. Nah enaknya konten fashion tuh kayak gitu kalau home living nggak. Kalau itu satu produknya itu kita review, bisa sehari dan itu cuma dapat satu konten," papar Riska, Kreator Konten.
Selain masalah teknis produksi dan konsistensi, tantangan terbesar berikutnya bagi seorang pembuat konten afiliasi adalah fluktuasi pendapatan. Menurut Riska, kondisi mental yang kuat sangat dibutuhkan saat menghadapi fase penurunan komisi agar tidak mudah menyerah.
"Yang namanya affiliate itu kan pasti komisinya itu naik turun, kayak orang jualan. Omzetnya itu kadang naik, kadang turun, jadi harus siap juga mentalnya," ujar Riska, Kreator Konten.
Sebagai penutup, Riska memberikan pandangan bagi para kreator lain mengenai pentingnya menjaga kualitas video.
"Orang-orang kan tanya kenapa sih nggak naik atau nggak ada komisinya ya berarti kurang di kualitas videonya mungkin ya, kurang effort juga. Kadang kan ada yang bikin video tuh ngasal-ngasal doang kan? Makanya penontonnya juga kurang," ujarnya Riska, Kreator Konten.
Riska menilai bahwa riset, persiapan matang, serta penyampaian informasi produk yang detail dengan menggunakan pengisi suara atau voice over dan naskah merupakan kunci utama agar penonton tertarik melakukan pembelian melalui tautan afiliasi.
"Aku bikinnya deskripsikan produknya, jadi yang beli juga nggak bingung ini bahannya apa, ini ukurannya apa," pungkas Riska, Kreator Konten.