Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada temuan kasus Hantavirus jenis virus Andes di wilayah Indonesia. Penegasan ini muncul menyusul adanya wabah virus tersebut yang menginfeksi penumpang di kapal pesiar mewah MV Hondius pada Jumat (8/5/2026).
Pakar infeksi penyakit tropik IDAI, Prof Dr dr Dominiscus Husada, menjelaskan bahwa jenis virus tersebut saat ini masih terdeteksi terbatas pada wilayah geografis tertentu di luar Asia. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers untuk menanggapi kekhawatiran publik terhadap potensi persebaran virus.
"Setahu saya sampai saat ini tidak ada virus Andes. Ini hanya menyebar di Amerika selatan, Argentina dan Chili," beber Prof Dr dr Dominiscus Husada, Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI.
Sebagai langkah mitigasi, dilansir dari Detik Health, pemerintah didorong untuk memperketat pengawasan di titik-titik perbatasan negara. Skrining kesehatan di pelabuhan dan bandara menjadi krusial, terutama bagi pelaku perjalanan internasional yang memiliki riwayat kunjungan ke area terdampak wabah.
Identifikasi awal menurut Dominiscus tidak bisa hanya mengandalkan pemantauan gejala fisik semata. Diperlukan prosedur medis yang lebih mendalam untuk memastikan status kesehatan seseorang di pintu masuk negara.
"Mereka harus dites di laboratorium untuk diagnosa awal," tegas Prof Dr dr Dominiscus Husada, Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI.
Meski terdapat ancaman global, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi benteng utama karena penularan Hantavirus di Indonesia umumnya berkaitan dengan kontak langsung dengan hewan pengerat.
Efektivitas protokol kesehatan yang ketat telah dibuktikan oleh negara tetangga dalam menangani kasus serupa yang melibatkan penumpang kapal pesiar. Prosedur isolasi dan pengujian berulang menjadi standar utama agar virus tidak menyebar ke masyarakat luas.
"Kita lihat Singapura, benar-benar sesuai protokol, dua penumpang MV Hondius tersebut diisolasi dengan melakukan tes beberapa kali, sampai dinyatakan negatif, baru dia bisa bebas," kata Prof Dr dr Dominiscus Husada, Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI.
Hantavirus jenis virus Andes menjadi perhatian khusus para ahli kesehatan karena kemampuannya yang unik dibandingkan jenis hantavirus lainnya. Virus ini diketahui sebagai satu-satunya varian yang memiliki potensi penularan antarmanusia.