Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound pada penghujung bulan Mei 2026 setelah sempat mengalami tren pelemahan sebelumnya.
Dikutip dari Investasi melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG bergerak menguat sebesar 0,83% menuju posisi 6.180,80 pada akhir sesi perdagangan, Jumat (29/5/2026).
Meskipun mencatatkan kenaikan di akhir pekan, akumulasi pergerakan IHSG selama sepekan terakhir tercatat masih mengalami kemerosotan sebesar 3,02%.
Aksi rebound yang dialami IHSG disokong oleh kenaikan mayoritas indeks sektoral di BEI, dengan sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 3,31%.
Sektor lain yang turut menguat meliputi bahan baku sebesar 2,65%, energi 1,95%, perindustrian 1,17%, transportasi 0,77%, serta perindustrian yang naik 0,31%.
Sebaliknya, lima sektor lain bergerak melemah yaitu kesehatan turun 1,49%, properti dan real estate 1,09%, keuangan 1,04%, barang konsumer primer 0,64%, dan teknologi 0,63%.
Aktivitas transaksi perdagangan di BEI mencatatkan total volume saham mencapai 45,97 miliar dengan nilai keseluruhan transaksi menyentuh Rp 48,16 triliun.
Di antara jajaran saham bluechip dalam indeks LQ45, terdapat beberapa emiten yang mencatatkan pergerakan harga paling signifikan pada perdagangan ini.
Tiga saham yang menempati posisi teratas dalam daftar top gainers LQ45 meliputi:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,76% ke level Rp 1.940 per saham
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 24,75% ke level Rp 630 per saham
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meningkat 6,11% ke level Rp 3.300 per saham
Sementara itu, penurunan harga saham terdalam atau top losers dalam indeks LQ45 dialami oleh emiten berikut:
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menyusut 6,11% ke level Rp 615 per saham
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terpangkas 5,22% ke level Rp 1.270 per saham
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 4,79% ke level Rp 1.690 per saham