Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Dikutip dari Investasi, indeks lokal anjlok sebesar 4,2 persen yang membuatnya bertengger di posisi 5.594.
Kondisi ini dipicu oleh aksi lepas saham oleh pemodal internasional yang mendominasi aktivitas pasar modal. Nilai penjualan bersih atau net foreign sell dari investor asing menembus angka Rp 3,72 triliun di pasar reguler.
Sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks berasal dari kecemasan pelaku pasar terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Selain itu, revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) memengaruhi pandangan publik mengenai independensi otoritas keuangan, ditambah adanya perkembangan dari asesmen peringkat utang Indonesia.
Berdasarkan analisis grafis dari laporan Sapa Mentari rilisan BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan indeks secara umum masih terjebak dalam grafik menurun atau bearish. Situasi ini memperbesar peluang terjadinya fluktuasi harga yang tinggi pada perdagangan Senin (8/6/2026).
Tim analis dari sekuritas tersebut memetakan bahwa wilayah batas bawah atau support kritis berada di rentang 5.555 hingga 5.480. Di sisi lain, proyeksi batas atas atau resistance terdekat diprediksi akan menguji level 5.700 sampai 5.800.
Para pelaku pasar modal diperkirakan bakal memantau pengumuman data cadangan devisa nasional teranyar. Pergerakan mata uang rupiah juga diproyeksikan menjadi faktor penentu utama yang menggerakkan arah indeks dalam periode pendek.
Rekomendasi dan Pergerakan Saham Pilihan
Di tengah tekanan indeks, saham DAAZ memperlihatkan tanda-tanda pemulihan pasca koreksi dan sukses melewati batas resistance minor di angka 1.705. Tren kenaikan lanjutan berpotensi terbuka selama harga komoditas ini mampu bertahan di atas titik tersebut.
Investor dapat mencermati posisi beli untuk DAAZ di kisaran 1.750 hingga 1.800. Target keuntungan pertama (R1) dipasang pada level 1.920 dan target kedua (R2) di posisi 2.060, dengan batas proteksi kerugian atau stop loss di bawah 1.700.
Sementara itu, saham PSAB tengah berada dalam fase penurunan sementara atau pullback menuju area support di rentang 436 sampai 460. Peluang untuk bergerak naik kembali terbuka dengan target batas atas terdekat di level 550 hingga 580.
Bagi peminat PSAB, area beli disarankan pada rentang 460 jampai 500. Target harga pertama diproyeksikan menyentuh 550, target harga kedua berada di 580, serta penempatan stop loss direkomendasikan di bawah angka 435.
Daftar Saham yang Mengindikasikan Risiko Penurunan
Pelaku pasar diimbau untuk waspada terhadap pergerakan saham ASSA yang mulai membentuk struktur grafik head and shoulders. Pola teknikal tersebut menjadi indikator awal terjadinya pembalikan arah tren menuju zona bearish.
Pada penutupan terakhir, ASSA berada di harga 550. Investor disarankan mengantisipasi pelemahan lanjutan yang berisiko menyeret harganya menuju level support terdekat di 505 hingga batas support berikutnya di 448.
Kondisi serupa terjadi pada saham WIFI yang masih terjebak dalam jalur penurunan konstan. Usai menembus ke bawah batas support 1.940, tekanan jual dari pasar diprediksi masih akan berlanjut ke area support selanjutnya di kisaran 1.570 hingga 1.335, di mana harga terakhir saham ini bertengger di level 1.445 dengan support berikutnya pada posisi 1.335.