IHSG Merosot 2,86 Persen ke Level 6969 pada Akhir Pekan

IHSG Merosot 2,86 Persen ke Level 6969 pada Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dengan terjun bebas sebesar 204 poin atau 2,86 persen ke level 6.969 pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026). Pergerakan indeks komposit ini berbalik arah setelah sempat dibuka pada zona hijau di level 7.182 pada pagi hari.

Data RTI menunjukkan fluktuasi tajam terjadi sepanjang hari dengan titik tertinggi menyentuh 7.186, namun aksi jual masif mendorong indeks ke level terendah tepat saat pasar ditutup. Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp36 triliun yang melibatkan 56,34 miliar lembar saham.

Volume transaksi yang tinggi tersebut tercatat melalui 2,82 juta kali frekuensi perdagangan. Secara keseluruhan, kondisi pasar didominasi oleh tren negatif dengan 575 saham melemah, sementara hanya 133 saham yang menguat dan 108 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Sektor emiten milik konglomerat besar menjadi motor utama pelemahan indeks pada akhir pekan ini. Saham-saham di bawah naungan Prajogo Pangestu mencatatkan koreksi dalam, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang anjlok 11,83 persen ke harga Rp4.100 per saham.

Penurunan juga dialami PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar 4,17 persen menjadi Rp1.035 dan PTRO yang melorot 7,76 persen ke posisi Rp5.050. Tekanan jual serupa menimpa portofolio Sinar Mas Grup melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot hingga 14,94 persen.

Grup Bakrie tidak luput dari tren negatif di mana PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turun 5,43 persen ke harga Rp870 dan PT BNBR melemah 14,5 persen ke level Rp176. Selain itu, emiten milik Aguan seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) masing-masing terkoreksi lebih dari 6 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi