Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (12/5/2026) seiring penantian pelaku pasar terhadap pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Laju indeks domestik berpotensi menguji level dukungan setelah ditutup turun ke posisi 6.905,62 pada hari sebelumnya.
Analisis teknikal menunjukkan adanya indikator negatif yang memperkuat sinyal koreksi lanjutan bagi indeks saham dalam negeri. Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pelemahan ini didorong oleh penurunan histogram MACD dan kemunculan pola persilangan turun pada indikator Stochastic RSI di area pivot.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750-6.850," tulis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya yang dikutip Selasa (12/5).
Pihak sekuritas menyoroti kemungkinan dikeluarkannya dua emiten besar dari daftar indeks global tersebut berdasarkan tinjauan rutin yang dilakukan lembaga pemeringkat. Dua perusahaan yang masuk dalam radar pengeluaran adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Sentimen negatif pasar juga dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp 17.400 per dolar AS serta kebijakan kenaikan tarif royalti tambang per Juni 2026. Meski demikian, investor tetap menantikan rilis data penjualan eceran Maret 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,8 persen secara tahunan.
MNC Sekuritas memberikan pandangan serupa mengenai potensi koreksi indeks meskipun tetap melihat adanya celah penguatan terbatas bagi pergerakan harga saham. Lembaga tersebut memproyeksikan rentang pelemahan terdalam bisa menyentuh angka di bawah 6.700 poin.
"Posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012," tulis MNC Sekuritas.
Sejumlah saham disarankan untuk tetap diperhatikan oleh para investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, di antaranya ASII, ANTM, dan KLBF. Pihak sekuritas juga merekomendasikan pemantauan pada saham RMKE, GJTL, INTP, LSIP, MDKA, serta PTRO.