IHSG Melorot Menjelang Libur Analis Rekomendasikan Saham GOTO dan ASII

IHSG Melorot Menjelang Libur Analis Rekomendasikan Saham GOTO dan ASII

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan menjelang hari libur. Dilansir dari Investasi, dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5), indeks ditutup merosot sebesar 76,16 poin atau bertekanan 1,23% menuju level 6.130,19.

Koreksi indeks pasar modal ini diiringi oleh aksi lepas saham oleh pemodal global. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,60 triliun di seluruh panggung perdagangan, dengan kontribusi pelepasan di pasar reguler yang menembus Rp 1,89 triliun.

Sebaliknya, aktivitas investasi di pasar tunai serta pasar negosiasi justru memperlihatkan pergerakan berbeda. Di dua pasar tersebut, penanam modal internasional mencatatkan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai mencapai Rp 287,38 miliar.

Menghadapi perdagangan hari Jumat (29/5/2026), sejumlah analis memberikan proyeksi dan panduan teknikal untuk saham-saham tertentu. Berikut adalah ulasan pergerakan saham GOTO dan ASII yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Pergerakan saham GOTO terpantau masih tertahan di area Rp 50 per saham dan dinilai belum memperlihatkan indikasi untuk bergeser dari zona tersebut. Kondisi ini dipengaruhi oleh penumpukan jumlah antrean jual atau offer yang terpantau cukup tebal pada sesi transaksi terakhir.

Pada perdagangan Selasa (26/5/2026), saham GOTO ditutup stagnan tanpa mengalami perubahan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya, bertahan pada posisi Rp 50 per saham.

Rekomendasi: Wait and See
Support: Rp 50
Resistance: Rp 53

PT Astra International Tbk (ASII)

Tekanan jual yang besar masih membayangi saham ASII, di mana indikator MACD memperlihatkan adanya pelemahan tren. Meski demikian, pergerakan harga diperkirakan akan menguji zona permintaan atau demand area pada rentang 4.900-5.000, bersamaan dengan indikator RSI yang mendekati jenuh jual atau oversold.

Para pelaku pasar dapat mempertimbangkan opsi beli saat melemah atau buy on weakness. Apabila emiten ini berhasil memicu pembalikan arah secara teknikal, target kenaikan berpotensi menguji resistance di level 5.525, sementara risiko wajib dibatasi jika harga menembus support 4.870.

Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), saham ASII tercatat mengalami penurunan sebesar 8,48% dari hari sebelumnya dan mendarat di level Rp 5.125 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi