Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan mengalami pelemahan menuju level support 6.900 hingga 6.920 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh sentimen pasar terkait kebijakan royalti mineral dan penantian rilis data ekonomi nasional serta global pekan ini.
Pergerakan indeks komposit tersebut melanjutkan tren negatif setelah pada penutupan Jumat (8/5/2026) merosot 2,86 persen atau 204,92 poin ke posisi 6.969,39. Dilansir dari Bisnis, laju indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.186 sebelum akhirnya terkoreksi signifikan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menjelaskan bahwa pasar saat ini sedang dalam posisi mencermati beberapa faktor fundamental eksternal maupun internal. Fokus utama investor tertuju pada pengumuman indeks MSCI serta data kepercayaan konsumen Indonesia.
"Secara teknikal, IHSG akan menguji level support pentingnya pada 6.900—6.920. Pasar akan terus mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral sembari menunggu beberapa rilis data penting seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI di 12 Mei 2026," kata Reza, Analis BRI Danareksa Sekuritas.
Meskipun indeks secara keseluruhan berada dalam tekanan, pihak sekuritas tetap memberikan rekomendasi beli untuk sejumlah emiten. Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dipatok dengan target harga Rp675 hingga Rp710, sementara PT Panin Financial Tbk. (PNLF) diproyeksi menuju kisaran Rp276 sampai Rp286.
Rekomendasi serupa juga diberikan untuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dengan target harga Rp4.600 hingga Rp4.990 per lembar saham. Sebaliknya, analis menyarankan aksi jual untuk saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Performa bursa pada pekan sebelumnya mencatat dinamika yang kontras, di mana kapitalisasi pasar justru meningkat 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun. Namun, pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar memberikan tekanan berat pada indeks nasional.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin jajaran penekan indeks dengan kontribusi pelemahan sebesar 27,04 poin. Penurunan harga saham AMMN mencapai 17,45 persen dalam kurun waktu satu pekan.
Selain AMMN, koreksi tajam dialami oleh DSSA yang anjlok 18,89 persen dan membebani indeks sebesar 26,90 poin. Sektor energi baru terbarukan juga terdampak lewat pelemahan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 8,07 persen yang menekan IHSG sebesar 13,28 poin.