Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA) resmi menunjuk Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana sebagai Ketua Dewan Direktur INA yang baru. Guna memastikan kelancaran operasional perusahaan yang ditinggalkan, Alex Widi Kristiono kini ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas.
Pelantikan dan pergeseran posisi kepemimpinan ini diumumkan secara resmi pada Selasa (19/5/2026). Dilansir dari Money, Alex Widi Kristiono sebelumnya mengemban amanah sebagai Direktur Risk Management and Operations di anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut.
Alex Widi Kristiono memberikan apresiasi tinggi terhadap penunjukan Oki Ramadhana untuk memimpin lembaga dana abadi milik Indonesia tersebut.
“Kami mengucapkan selamat kepada Oki Ramadhana atas ditunjuknya beliau sebagai Ketua Dewan Direktur INA, dan kami berharap beliau dapat menjalankan mandat ini dengan penuh amanah serta sukses ke depannya,” ujar Alex dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Di bawah kendali Oki, Mandiri Sekuritas menorehkan pencapaian berupa penghargaan Sekuritas Terbaik 2025 dari Euromoney dan peringkat pertama League Table untuk Equity Brokerage 2025 versi Bloomberg. Basis nasabah ritel perusahaan juga melonjak melampaui 1,3 juta pengguna lewat aplikasi digital trading Growin'.
Alex menegaskan bahwa fokus bisnis perseroan ke depan tidak akan berubah dan tetap berpusat pada kepuasan nasabah di semua lini.
“Kami akan melanjutkan upaya mencapai visi sebagai investment banking terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara melalui pelaksanaan strategi-strategi bisnis yang sudah direncanakan sebelumnya,” paparnya.
Manajemen menjamin perpindahan tongkat estafet kepemimpinan ini digarap dengan menaati prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Hal ini krusial demi menjaga kualitas pelayanan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Selain itu, kami juga akan memastikan transisi kepemimpinan ini berjalan sesuai tata kelola perusahaan yang baik, sehingga fokus layanan kepada nasabah dan pemangku kepentingan lain tetap berjalan lancar,” kata Alex.
Mandiri Sekuritas menorehkan performa finansial impresif menjelang transisi kepemimpinan ini. Per 30 Maret 2026, korporasi membukukan pendapatan usaha bersih senilai Rp 409,6 miliar, melesat 94 persen dari Rp 211,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan utama emiten yang berdiri sejak tahun 2000 ini disokong oleh lini bisnis Retail sebesar 54 persen. Sektor Capital Market menyumbang 27 persen, dan sisa pendapatan diperoleh dari pos Investment Banking termasuk kinerja Mandiri Securities Singapore.