Indeks Bisnis-27 mengalami koreksi ke zona merah pada pembukaan perdagangan Selasa (12/5/2026) akibat sikap waspada investor menjelang pengumuman review indeks MSCI Juni 2026. Pelemahan ini didorong oleh merosotnya harga saham-saham kapitalisasi besar seperti AMRT, TAPG, dan ASII di pasar modal Indonesia.
Data IDX Mobile hingga pukul 09.05 WIB menunjukkan indeks hasil kolaborasi Bursa Efek Indonesia dengan harian Bisnis Indonesia tersebut turun 0,10 persen menuju posisi 466,89. Dilansir dari Market, pergerakan ini melibatkan 13 saham konstituen yang melemah, sementara 13 saham lainnya menguat dan 1 saham stagnan.
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menjadi pemberat utama dengan penurunan sebesar 3,37 persen ke level Rp1.435 per lembar. Tren negatif ini diikuti oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang terkoreksi 1,87 persen ke posisi Rp1.840.
Sektor otomotif dan konsumsi juga memberikan tekanan setelah saham PT Astra International Tbk. (ASII) merosot 1,24 persen ke harga Rp5.975. Penurunan serupa dialami PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sebesar 1,19 persen dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang turun 1,06 persen.
Di tengah tekanan indeks, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) justru naik 1,94 persen, diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang menguat 1,63 persen. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga masing-masing tumbuh 1,35 persen dan 0,96 persen.
| Emiten | Kode | Perubahan (%) | Harga (Rp) |
|---|---|---|---|
| Sumber Alfaria Trijaya | AMRT | -3,37 | 1.435 |
| Triputra Agro Persada | TAPG | -1,87 | 1.840 |
| Astra International | ASII | -1,24 | 5.975 |
| Japfa Comfeed Indonesia | JPFA | -1,19 | 2.500 |
| Indofood CBP Sukses Makmur | ICBP | -1,06 | 7.025 |
Tim Riset Phintraco Sekuritas mengidentifikasi bahwa tekanan pasar berakar dari kombinasi rencana kenaikan tarif royalti tambang serta kekhawatiran keluarnya saham besar dari indeks MSCI. Kebijakan royalti komoditas seperti tembaga dan nikel dipastikan mulai berlaku pada awal Juni 2026 oleh Menteri Keuangan.
Meskipun pasar saham tertekan, indikator konsumsi domestik dilaporkan masih stabil dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 berada di level 123. Selain itu, volume penjualan sepeda motor nasional melonjak signifikan sebesar 28,1 persen secara tahunan menjadi 520.972 unit pada periode yang sama.
Fokus para pemodal pada pekan ini diprediksi tetap tertuju pada rilis data penjualan ritel terbaru serta kepastian hasil evaluasi berkala indeks MSCI. Kondisi fluktuasi harga komoditas global turut membayangi aksi jual investor pada emiten-emiten berbasis sumber daya alam.