Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan pagi waktu setempat, seperti dikutip dari Investasi. Indeks Dow Jones Industrial Average terapresiasi sebesar 0,29% menjadi 51.015,91, sementara S&P 500 menguat 0,68% ke posisi 7.434,28 dan Nasdaq Composite melonjak hingga 1,09% ke level 25.989,52.
Lonjakan performa pasar ini utamanya digerakkan oleh saham-saham sektor semikonduktor yang mulai bangkit. Langkah pemulihan ini terjadi setelah aksi jual masif pada akhir pekan sebelumnya sempat memangkas nilai pasar produsen chip AS hingga sekitar US$1 triliun.
Indeks sektor teknologi S&P 500 tercatat naik 1,9%, sementara Philadelphia Semiconductor Index melonjak pesat sebesar 4,6%. Saham Intel menjadi salah satu pendorong utama dengan lonjakan harga hingga 8,5% setelah Alphabet dilaporkan menunjuk perusahaan tersebut untuk memproduksi sekitar 3 juta chip internal.
Selain itu, Nvidia dikabarkan sedang mengevaluasi teknologi milik Intel, yang turut mendorong saham Nvidia menguat 1,7%. Tren positif ini juga diikuti oleh Broadcom yang naik 2,8% serta Micron Technology yang melesat sebesar 8,7%.
"Kadang pergerakan pasar terlalu cepat dan terlalu jauh. Koreksi memang diperlukan, dan biasanya setelah itu aliran investasi mulai menyebar ke sektor lain," kata Kepala Strategi Pasar B Riley Wealth, Art Hogan.
Sentimen positif pasar modal juga didukung oleh meredanya eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel. Pihak militer Iran mengumumkan bahwa gelombang pertama serangan ke Israel telah usai, sedangkan Israel dilaporkan menahan serangan lanjutan atas permintaan Presiden AS Donald Trump.
Kondisi ini menurunkan kekhawatiran pelaku pasar yang sebelumnya sempat membuat harga minyak mentah melonjak di atas 5%. Pada sesi perdagangan terbaru, pertumbuhan harga minyak menyusut di bawah 2%, sementara saham sektor energi tetap tumbuh sebesar 1,3%.
Di sisi lain, pergerakan investor masih dibayangi oleh arah kebijakan moneter bank sentral AS. Data tenaga kerja periode Mei yang berada di atas ekspektasi memperkuat proyeksi bahwa Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga acuan menjelang akhir tahun.
Berdasarkan data pasar berjangka, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember berada di kisaran 42%. Perhatian pasar kini tertuju pada perilisan data inflasi konsumen AS bulan Mei untuk mengukur dampak riil fluktuasi harga energi global.
Kendati demikian, optimisme jangka panjang terhadap ekspansi kecerdasan buatan tetap menjadi pilar utama bursa. Citigroup memproyeksikan indeks S&P 500 mampu menembus level 8.000 pada akhir tahun 2026 yang ditopang oleh pertumbuhan profitabilitas korporasi berbasis AI.
Pada pergerakan saham lainnya, Marvell Technology melonjak hampir 10% menjelang masuknya perusahaan ke indeks S&P 500 pada 22 Juni mendatang. Perusahaan farmasi Eli Lilly juga menguat 2,3% setelah merilis hasil uji klinis obat obesitas generasi terbaru, retatrutide.
Secara umum, mayoritas saham di Wall Street bertengger di zona hijau. Rasio perbandingan saham naik terhadap saham turun di Bursa New York tercatat sebesar 1,76 banding 1, sedangkan di Nasdaq menyentuh angka 1,97 banding 1.