Indika Energy Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik dan Tambang Emas

Indika Energy Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik dan Tambang Emas

PT Indika Energy Tbk. (INDY) tengah mempercepat transformasi jangka panjang melalui diversifikasi bisnis besar-besaran ke sektor non-batu bara. Perusahaan fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan proyek pertambangan emas Awak Mas guna menciptakan portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan.

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan bahwa pengembangan ini mencakup berbagai lini transportasi ramah lingkungan secara terintegrasi. Hal tersebut dilansir dari Market sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perseroan di masa depan.

"Di sektor kendaraan listrik (EV), kami terus memperluas ekosistem secara terintegrasi, mencakup motor listrik melalui ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet-as-a-service melalui KALISTA, distributorship untuk bus listrik, dan armada listrik untuk sektor pertambangan melalui INVI," ucap Ricky pekan lalu.

Langkah nyata tersebut terlihat pada Februari lalu saat ALVA dan KALISTA menjalin kemitraan dengan Dash Electric untuk penyediaan 500 unit motor listrik ALVA N3. Ricky menilai kerja sama ini merupakan wujud nyata penerapan kendaraan roda dua listrik untuk industri logistik nasional.

"Saat ini [tambang Awak Mas] berada pada tahap pengembangan lanjutan, dengan target uji coba produksi di Desember 2026 dan first gold di kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional," tuturnya.

Direktur Utama Indika Energy Azis Armand menegaskan komitmen perusahaan dengan mengalokasikan 95,4 persen dari total belanja modal atau setara US$132,6 juta untuk sektor non-batu bara pada tahun 2025. Dana tersebut diprioritaskan bagi proyek emas dan ekspansi energi bersih.

"Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan," ujar Azis.

Data keuangan menunjukkan realisasi belanja modal tahun 2025 mencapai US$139,0 juta, di mana porsi mineral mendapatkan alokasi terbesar senilai US$100,1 juta. Azis menambahkan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci dalam menjaga performa finansial di tengah dinamika pasar.

"Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan," tutur Azis Armand.

Artikel terkait

Rekomendasi