Indika Energy Terbitkan Surat Utang Senior untuk Proyek Emas

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Senior untuk Proyek Emas

PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana menerbitkan surat utang senior yang dijamin secara tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali oleh sejumlah anak usahanya. Dilansir dari Investasi, anak perusahaan penjamin tersebut meliputi PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Ptripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.

Seluruh dana dari penerbitan surat utang ini akan digunakan secara eksklusif oleh INDY untuk membiayai belanja modal pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan. Fasilitas tambang tersebut berada di bawah kepemilikan PT Masmindo Dwi Area yang merupakan anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh INDY.

"Transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya transisi perusahaan yang lebih luas dari bisnis batubara menuju portofolio bisnis yang lebih terdifersifikasi," tulis Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026).

Langkah penandatanganan ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena melibatkan pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) serta gadai saham oleh anak usaha penjamin.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan pandangannya terkait aksi korporasi ini. Menurutnya, penerbitan instrumen utang tersebut akan memicu kenaikan leverage INDY, khususnya pada rasio Debt to Equity Ratio dan Debt to EBITDA Ratio.

Meskipun demikian, Nafan menilai surat utang ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan INDY dalam jangka pendek hingga menengah karena dialokasikan untuk proyek emas Awak Mas yang diproyeksikan menjadi pilar bisnis non-batubara.

"Dampak terhadap neraca keuangan semestinya masih dalam kategori terukur dan wajar untuk emiten yang sedang berada di fase ekspansi," ujar dia, Selasa (19/5/2026).

Di sisi lain, tingkat kupon surat utang yang menyentuh angka 8,75% per tahun dinilai relatif besar. Kondisi ini merefleksikan tingginya risk premium yang berkembang di pasar obligasi global saat ini sehingga pergerakan suku bunga acuan global perlu terus dicermati.

Prospek Ekspansi dan Rekomendasi Saham

Nafan menambahkan bahwa peluang INDY untuk kembali mencari pendanaan berbasis pinjaman masih terbuka lebar. Hal ini didasari oleh besarnya kebutuhan investasi INDY yang sedang gencar melakukan ekspansi ke sektor kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pelabuhan.

"Yang terpenting INDY bisa mengeksekusi proyeknya sesuai timeline dan tetap mendiversifikasi sumber pendanaan," imbuh dia.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan analisis teknikal pergerakan saham INDY yang saat ini dinilai masih berada di zona downtrend dengan tekanan jual yang dominan. Indikator kuantitatif seperti MACD dan Stochastic juga terpantau masih mengarah ke area negatif tanpa tanda pembalikan arah.

Ia pun merekomendasikan wait and see saham INDY dengan support di level Rp 2.320 per saham dan resistance di level Rp 2.600 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi