Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Inovasi Industri Melalui BRICS

Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Inovasi Industri Melalui BRICS

Pemerintah Indonesia dan China resmi membuka ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 di Jakarta pada Kamis (7/5/2026) sebagai langkah nyata penguatan kolaborasi inovasi industri. Dilansir dari Money, kemitraan ini merupakan implementasi praktis setelah Indonesia resmi bergabung dalam kelompok BRICS sebagai anggota pertama dari Asia Tenggara.

Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited, Jia Bingjun, menegaskan bahwa Indonesia menjadi fokus utama pengembangan luar negeri bagi perusahaannya. Ia berkomitmen untuk terus menambah nilai investasi, khususnya pada sektor pengembangan sumber daya manusia dan energi nasional.

"Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi," ujar Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited.

Jia menambahkan bahwa kompetisi ini dirancang untuk menghubungkan ekosistem inovasi kedua negara. Melalui akses pasar global, diharapkan proyek-proyek asal Indonesia dapat berkembang lebih cepat dengan dukungan teknologi mutakhir.

"Melalui kompetisi ini, China Datang berharap dapat menggunakan ajang ini sebagai jembatan, menghubungkan sumber daya inovasi China dan Indonesia, membantu proyek inovasi Indonesia untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, bersama-sama mendorong pengembangan inovasi industri kedua negara, dan mendukung pembangunan Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru," terang Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Tionghoa Indonesia, Chandra Jap, mencatat bahwa hubungan bilateral semakin intensif sejak Indonesia masuk dalam keanggotaan BRICS. Platform ini dianggap strategis bagi para inovator lokal untuk menjangkau sumber daya berskala global.

"Kompetisi ini memberikan platform yang luar biasa bagi inovator Indonesia untuk mengakses sumber daya global," terang Chandra Jap, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Tionghoa Indonesia.

Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ajeng Arum Sari, menyatakan bahwa kategori yang diperlombakan sangat relevan dengan agenda riset pemerintah. BRIN terus berupaya mentransformasi hasil penelitian lokal menjadi solusi industri yang aplikatif.

"Empat track kompetisi ini sangat sejalan dengan prioritas penelitian BRIN saat ini," tutur Ajeng Arum Sari, Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Ajeng, sinergi riset antara Indonesia dan China akan memberikan dampak signifikan terhadap akselerasi inovasi di dalam negeri.

"Melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek penelitian lokal yang unggul, mendorong kerja sama penelitian antara China dan Indonesia, dan mempercepat pengembangan inovasi Indonesia," kata Ajeng Arum Sari, Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Cahyo Purnomo, menekankan pentingnya dukungan teknologi maju dalam percepatan revolusi industri. Hal ini sejalan dengan target jangka panjang pembangunan nasional.

"Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini," ujar Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM).

Cahyo mengharapkan kolaborasi ini mampu menarik lebih banyak arus investasi dari Tiongkok untuk memperkuat struktur industri nasional menuju visi besar di masa depan.

"Melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia, dan mendukung realisasi visi nasional ‘Indonesia Emas 2045’," kata Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM).

Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menjelaskan bahwa fokus kementerian saat ini adalah transformasi digital dan industri hijau. Kehadiran mitra internasional dianggap mampu memberikan energi baru bagi produktivitas lokal.

"Penyelenggaraan kompetisi ini akan memberikan vitalitas baru bagi inovasi industri Indonesia, membantu perusahaan lokal untuk mengakses teknologi maju internasional, mempercepat peningkatan industri Indonesia, dan memberikan dukungan kuat bagi revolusi industri baru Indonesia," ujar Adie Rochmanto Pandiangan, Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian.

Kompetisi BRICS Industrial Innovation Contest 2026 mencakup empat bidang utama yaitu kecerdasan buatan, industri hijau, teknologi altitudo rendah, dan elektronika energi. Tercatat hampir 100 proyek asal Indonesia berpartisipasi, di mana 52 tim telah lolos ke tahap presentasi langsung sebelum dua proyek terbaik dari setiap bidang dikirim ke final global di Xiamen, China.

Artikel terkait

Rekomendasi