Indonesia memiliki peluang besar untuk mengukuhkan posisi sebagai salah satu pusat industri premium chocolate di kawasan Asia. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas tinggi serta penerapan proses produksi berstandar internasional.
Dilansir dari Money, Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario menjelaskan bahwa pasar premium chocolate global terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini terjadi di tengah melonjaknya minat masyarakat terhadap produk cokelat berkualitas tinggi.
Melihat kesempatan tersebut, Schoko yang merupakan brand cokelat premium dari Win&Co Group terus memperkuat eksistensinya. Merek lokal ini berkomitmen menghadirkan produk berstandar global sekaligus membawa potensi kakao Indonesia ke kancah internasional.
“Kami percaya kualitas kakao lokal Indonesia mampu bersaing secara global apabila didukung oleh inovasi, standar produksi yang konsisten, serta edukasi pasar yang berkelanjutan. Melalui Schoko, kami ingin menghadirkan produk cokelat premium yang tidak hanya diterima di pasar internasional, tetapi juga mampu meningkatkan kebanggaan terhadap kualitas cocoa Indonesia,” kata dia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Schoko tidak hanya berkembang sebagai consumer chocolate brand. Merek ini juga telah bertransformasi menjadi mitra strategis yang menyediakan bahan baku dan solusi cokelat bagi para pelaku industri makanan.
Kini, Schoko telah menyuplai kebutuhan cokelat untuk berbagai jaringan bakery ternama di Indonesia serta jaringan café berskala nasional. Mereka juga aktif menjalin kolaborasi pengembangan produk melalui pendekatan Research & Development (R&D) bersama para mitra industri.
Jangkauan pasar produk Schoko saat ini telah menembus pasar internasional, termasuk wilayah Asia, Australia, hingga Amerika Serikat. Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari transformasi COCO dalam membangun ekosistem bisnis berbasis cocoa yang kompetitif di tingkat global.
Melalui inovasi produk dan kolaborasi erat bersama pelaku industri F&B, Schoko berupaya mengubah persepsi masyarakat. Mereka ingin membuktikan bahwa produk cokelat premium tidak selalu harus diimpor dari luar negeri.
Strategi tersebut berjalan beriringan dengan visi perseroan untuk menghasilkan produk berbasis kakao yang memiliki nilai tambah tinggi. Upaya ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing industri makanan Indonesia di pasar global.
Sugianto Soenario menambahkan bahwa ke depan Schoko akan terus memperluas inovasi produk dan memperkuat penetrasi di pasar internasional. Kerja sama strategis dengan pelaku industri dan komunitas kreatif kuliner juga akan terus dibangun.
Berdasarkan laporan dari Grand View Research, nilai pasar premium chocolate global diproyeksikan mampu menyentuh angka 40,6 miliar dollar AS pada tahun 2030. Pertumbuhan CAGR sektor ini diperkirakan mencapai 4,3 persen pada periode 2025–2030.
Pertumbuhan pasar yang pesat ini didorong oleh pergeseran preferensi konsumen yang kian memilih produk cokelat berkualitas tinggi. Selain itu, permintaan terhadap artisan chocolate dan penggunaan cocoa dengan karakter rasa otentik juga terus meningkat.