PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi memperluas kegiatan usahanya ke sektor perdagangan perangkat jaringan telekomunikasi pada Selasa (2/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya melengkapi layanan infrastruktur yang selama ini telah berjalan.
Ekspansi bisnis tersebut menyasar perdagangan perangkat ekosistem Fiber to the Home (FTTH), perangkat Fixed Wireless Access (FWA), hingga perlengkapan jaringan seperti router, switch, dan server. Dilansir dari Investasi, kelayakan penambahan lini usaha ini telah dipastikan melalui studi Kantor Jasa Penilai Publik Syarif Endang & Rekan.
Aspek penilaian kelayakan ini mencakup analisis pasar, teknis, model bisnis, manajemen, serta keuangan. Manajemen INET menetapkan model bisnis distribusi dengan dukungan awal dari empat staf, dua supervisor, dan satu manajer tanpa mengubah struktur organisasi.
"Dengan langkah ini, kami ingin memperkuat posisi di rantai nilai infrastruktur telekomunikasi sekaligus membuka sumber pendapatan baru," jelas Muhammad Arif, Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima.
Keputusan perluasan usaha ini beriringan dengan lonjakan performa finansial perseroan secara signifikan. Laporan keuangan per 31 Maret 2026 mencatatkan total aset INET melonjak 648,39 persen sejak 31 Desember 2025 menjadi Rp 5,69 triliun.
Pendapatan bersih perusahaan pada kuartal I-2026 juga melesat 3.069,63 persen secara tahunan menjadi Rp 383,6 milar. Di samping itu, laba bruto mengalami kenaikan hampir sembilan kali lipat mencapai Rp 45,99 miliar.
"Kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan ini hingga akhir 2026," ucap Muhammad Arif, Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima.