Inovasi Muda bekerja sama dengan Universitas Ciputra sukses menyelenggarakan Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026. Acara yang mengusung tema Green Innovation for Indonesia’s Future Economy ini berupaya memperkuat ekosistem bisnis berkelanjutan di tanah air.
Dilansir dari Money, inisiatif ini bertujuan melahirkan generasi greenpreneur yang mampu menciptakan solusi inovatif sekaligus membuka peluang kerja baru. Program ini merupakan bagian dari flagship Green Jobs Impact yang dirancang untuk mendukung inovator muda di sektor keberlanjutan.
Kompetisi ini menarik minat lebih dari 300 peserta greenpreneur yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Setelah melewati proses kurasi yang ketat, terpilih 10 tim terbaik untuk bersaing di babak grand final.
Pada puncak kompetisi, tiga tim berhasil ditetapkan sebagai juara utama, yakni Kapori, Mustav&Co, dan CEO Masa Depan. Selain juara utama, penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta dengan karya tulis dan presentasi terbaik.
Gelar Best Paper diraih oleh tim Molina, sementara kategori Best Presentation diberikan kepada Ksatria Airlangga. Inovasi yang ditampilkan mencakup berbagai sektor strategis seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian, hingga transportasi berkelanjutan.
Setiap karya dinilai berdasarkan aspek kreativitas, kesiapan implementasi, hingga keberlanjutan model bisnis. Selain itu, potensi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat menjadi poin krusial dalam penilaian dewan juri.
Mendorong Generasi Muda Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Program ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pengembangan bagi peserta untuk membangun model bisnis berdampak. Generasi muda didorong tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga kontribusi sosial dan lingkungan.
Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret membangun ekosistem sektor hijau dari hulu ke hilir.
"Melalui Indonesia Green Jobs Initiative Competition, kami ingin mendorong generasi muda untuk menjadi job creator di sektor hijau. Tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang kerja baru melalui inovasi yang berkelanjutan," ujar Restu.
Tren dunia kerja saat ini dinilai terus bergerak menuju sektor yang ramah lingkungan. Hal ini menuntut adanya adaptasi pola pikir dan penguasaan inovasi berbasis dampak bagi talenta muda.
Associate Professor sekaligus Corporate Entrepreneurship Expert dan Deputy Head Export Kadin Jawa Timur, Eric Harianto, menyoroti pentingnya relevansi kompetensi dengan tantangan keberlanjutan masa depan.
"Saat ini dunia kerja mulai bergerak ke arah green jobs. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki inovasi dan pola pikir yang relevan dengan tantangan keberlanjutan. Hal tersebut juga sejalan dengan semangat kolaborasi antara Universitas Ciputra dan Inovasi Muda dalam mendukung lahirnya inovator muda yang berdampak," tutur Eric.
Menuju Indonesia Green Jobs Summit 2026
Rangkaian kompetisi ini merupakan bagian dari pre-event menuju agenda yang lebih besar, yaitu Indonesia Green Jobs Summit 2026. Fokus utamanya adalah mempercepat pertumbuhan startup hijau di Indonesia secara luas.
Inovasi Muda berharap inisiatif ini dapat mencetak talenta muda yang siap menjadi motor penggerak ekonomi hijau. Universitas Ciputra berperan dalam memonitor perkembangan bisnis peserta agar tetap skalabel dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.