PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Berencana Delisting dari Bursa Efek Indonesia

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Berencana Delisting dari Bursa Efek Indonesia

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mengumumkan rencana untuk melakukan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mendapat persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Sabtu (6/6/2026), dilansir dari Detik Finance.

Langkah korporasi dari emiten milik Group Djarum ini akan diikuti dengan proses tender sukarela (VTO) oleh pemegang saham pengendali, PT Iforte Solusi Infotek. VTO tersebut ditargetkan menyasar 650.832 saham milik pemegang saham publik dengan harga Rp 5.400 per saham yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli hingga 30 Juli 2026.

Nilai penawaran dalam VTO ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan harga penawaran tender wajib yang dilakukan oleh Iforte pada 4 Oktober 2024 lalu sebesar Rp 4.067 per saham. Perusahaan menyatakan bahwa penentuan harga ini disesuaikan dengan regulasi perdagangan harian yang berlaku di bursa.

"Harga pembelian saham harus lebih tinggi dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum tanggal pengumuman RUPSLB, yaitu sebesar Rp 5.374 per saham. Berdasarkan hal tersebut, harga yang akan ditawarkan Iforte kepada para pemegang saham adalah senilai Rp 5.400 per saham," tulis manajemen IBST.

Sebagai informasi, IBST merupakan anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Delisting ini dijalankan sebagai bagian dari penyederhanaan struktur korporasi Group TOWR, termasuk mengubah status anak perusahaan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

"Langkah perubahan status anak perusahaan menjadi perusahaan tertutup akan memungkinkan struktur Grup yang lebih agile dan efisien sehingga sinergi antar entitas usaha dapat lebih mudah dilakukan, dan memungkinkan manajemen untuk fokus pada strategi bisnis jangka panjang Grup TOWR," jelas manajemen IBST.

Rangkaian proses go private ini telah dimulai dengan RUPSLB pada 5 Juni 2026, diikuti pengumuman pernyataan VTO kepada masyarakat pada 9 Juni 2026. Perkiraan tanggal pernyataan efektif VTO dari OJK ditargetkan pada 29 Juni 2026 sebelum memasuki masa VTO sepanjang bulan Juli.

Selanjutnya, akhir pembayaran VTO diproyeksikan jatuh pada 11 Agustus 2026. OJK diperkirakan mencabut efektifnya Pernyataan Pendaftaran pada 19 Maret 2027, yang kemudian diikuti dengan pembatalan pencatatan efek oleh BEI serta pembatalan penitipan kolektif oleh KSEI pada 8 April 2027.

Artikel terkait

Rekomendasi