OMS Investigasi Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius

OMS Investigasi Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia (OMS) menginvestigasi dugaan penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal pesiar MV Hondius yang saat ini tertahan di lepas pantai Tanjung Verde pada Selasa, 5 Mei 2026. Penyelidikan dilakukan menyusul laporan tiga kematian dan keberadaan lima kasus suspek tambahan di atas kapal yang mengangkut 149 orang tersebut.

Pejabat OMS menyatakan bahwa virus tersebut kemungkinan menyebar di antara kontak yang sangat dekat di dalam kapal, meskipun transmisi antarmanusia tergolong langka. Kapal yang memulai perjalanan dari Argentina sebulan lalu itu kini berada dalam pengawasan ketat tim medis dari Tanjung Verde dan OMS untuk pengujian sampel pasien yang bergejala.

"Asumimos que los primeros afectados por hantavirus se contagiaron fuera del barco" kata Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Van Kerkhove menambahkan bahwa prioritas saat ini adalah mengevakuasi dua penumpang yang sakit melalui jalur udara. Ia juga menjelaskan hipotesis mengenai metode penularan yang terjadi di lingkungan kapal yang terisolasi tersebut.

"We do believe that there may be some human-to-human transmission that is happening among the really close contacts" ujar Maria Van Kerkhove, Pejabat OMS.

Pihak berwenang meyakini bahwa virus ini pertama kali masuk melalui individu yang terinfeksi sebelum menaiki kapal. Meskipun investigasi masih berlangsung, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai kementerian kesehatan terkait pelabuhan pemberhentian selanjutnya.

"Our working hypothesis is that there's probably a couple of different types of transmission that might be happening" tutur Maria Van Kerkhove, kepada BBC Breakfast.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, melaporkan dua anggota awak asal Inggris dan Belanda mengalami gejala pernapasan akut dan akan dievakuasi ke Belanda. Saat ini, total terdapat tujuh kasus yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek, termasuk satu penumpang dalam kondisi kritis.

Keluarga pasangan asal Belanda yang menjadi korban meninggal dunia mengungkapkan duka mendalam atas kejadian yang menghentikan perjalanan mereka secara mendadak. Mereka berharap dapat segera memulangkan jenazah anggota keluarga tersebut.

"The beautiful journey they experienced together was abruptly and permanently cut short" kata Pihak Keluarga Pasangan Belanda, dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak keluarga menyatakan kesulitan untuk memahami kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba ini. Mereka meminta privasi untuk melakukan prosesi peringatan bagi mendiang.

"We are still unable to comprehend that we have lost them. We wish to bring them home and commemorate them in peace and privacy" tambah Pihak Keluarga Pasangan Belanda.

Kondisi di dalam kapal dilaporkan tetap tenang meskipun ketidakpastian masih menyelimuti para penumpang. Jake Rosmarin, seorang vlogger perjalanan yang berada di kapal, membagikan keresahannya melalui media sosial terkait kejelasan situasi tersebut.

"There's a lot of uncertainty, and that's the hardest part. All we want right now is to feel safe, to have clarity and to get home" tulis Jake Rosmarin, Penumpang Kapal, di media sosial.

Hantavirus umumnya ditularkan melalui tikus, namun pihak kapal menegaskan tidak ada hewan pengerat tersebut di dalam MV Hondius. Berdasarkan data CDC, virus ini memiliki tingkat kematian yang bervariasi antara 1 persen hingga 35 persen tergantung pada jenis galurnya, dengan gejala awal yang menyerupai flu biasa.

Artikel terkait

Rekomendasi