Investor Asing Catat Net Buy Saham Rp12,26 Triliun Jelang Laporan MSCI

Investor Asing Catat Net Buy Saham Rp12,26 Triliun Jelang Laporan MSCI

Aliran modal asing sebesar Rp12,26 triliun masuk ke pasar saham Indonesia dalam sepekan terakhir menjelang pengumuman penilaian terbaru dari penyedia indeks global MSCI pada Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Market, tren positif ini terjadi meski secara akumulatif sejak awal tahun investor global masih mencatatkan aksi jual bersih.

Aksi beli bersih atau net buy tersebut dinilai sebagai bentuk antisipasi para pemodal terhadap saham-saham dengan fundamental kuat di tengah kebijakan pembekuan rebalancing. Analis melihat adanya upaya akumulasi aset saat indeks sedang berada di posisi rendah.

"Akumulasi asing ini menjadi bagian dari strategi buy on dip karena IHSG sedang membentuk lower low," ujar Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas pada Selasa (12/5/2026).

Nafan menjelaskan bahwa sejumlah saham bluechip Indonesia diprediksi tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI meskipun terdapat risiko penghapusan pada beberapa emiten. Valuasi saham-saham unggulan tersebut dianggap sudah murah akibat koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak Januari.

Selain faktor teknis, stabilitas pasar modal sangat bergantung pada komitmen otoritas bursa dalam melakukan transformasi serta peningkatan transparansi bagi para investor global.

"Syukur-syukur nanti didukung kondisi makro ekonomi domestik yang kondusif. Misalnya rupiah terapresiasi, lalu Bank Indonesia menurunkan BI rate. Ini akan menjadi katalis positif bagi emerging market seperti Indonesia," ujar Nafan.

Ia memproyeksikan saham sektor perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI tetap menjadi sasaran utama karena perannya sebagai representasi ekonomi nasional. Selain itu, emiten tambang seperti ANTM, INCO, dan TINS serta sektor telekomunikasi dipandang memiliki daya tarik tersendiri bagi asing.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa turut mengonfirmasi bahwa kepercayaan pasar global mulai pulih seiring dengan menariknya nilai valuasi IHSG menjelang rilis data MSCI.

"Saham yang paling banyak diburu asing masih didominasi big banks seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI karena fundamental dan likuiditasnya paling kuat di tengah volatilitas pasar," ujar Reydi.

Data perdagangan menunjukkan bahwa meskipun terjadi net buy sepekan terakhir, pasar modal Indonesia masih membukukan net sell asing total Rp38,36 triliun sejak awal tahun hingga Senin (11/5/2026). Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual bersih senilai Rp751,18 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi