Investor Asing Lepas Saham BMRI di Tengah Rencana Pembagian Dividen

Investor Asing Lepas Saham BMRI di Tengah Rencana Pembagian Dividen

Aksi jual bersih atau net sell saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) oleh investor asing mencapai Rp 345,09 miliar di pasar reguler pada perdagangan Senin (4/5) seperti dilansir dari Stocksetup.

Pelepasan saham tersebut menempatkan BMRI di peringkat pertama saham yang paling banyak dijual asing, meskipun emiten perbankan ini menjadwalkan pembagian dividen tunai senilai Rp 37.696 per lot saham.

Secara keseluruhan, akumulasi aksi jual bersih oleh investor asing pada pasar reguler di hari yang sama mencatatkan nilai total Rp 791,28 miliar.

Keputusan pembagian dividen total Rp 44,47 triliun atau setara 79% dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 56,3 triliun sebelumnya telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Dari jumlah tersebut, dividen interim sebesar Rp 9,3 triliun sudah didistribusikan pada 14 Januari 2026, sedangkan sisa dividen tunai Rp 35,15 triliun atau Rp 376,96 per saham dijadwalkan cair pada 25 Mei 2026.

Selain dividen, RUPST menyetujui program buyback saham dengan anggaran maksimal Rp 1,17 triliun yang dialokasikan sebagai saham treasuri untuk kepemilikan karyawan serta direksi hingga 29 April 2027.

Harga saham BMRI sendiri ditutup menguat 0,68% ke posisi Rp 4.420 pada perdagangan Senin (4/5) dengan indikator teknikal RSI yang berpotensi menuju golden cross serta tren penguatan dari chikou span.

Pada kuartal I 2026, Bank Mandiri membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 16,6% secara tahunan menjadi Rp 15,4 triliun dengan penyaluran kredit tumbuh 17,4% mencapai Rp 1.530 triliun.

Kualitas aset emiten perbankan ini tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross di level 0,98%, Return on Equity (ROE) 22,1%, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21,1% menjadi Rp 1.675 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi