Investor domestik memanfaatkan penurunan tajam harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk melakukan aksi beli bersih senilai Rp 1,1 triliun pada perdagangan Jumat (5/6/2026).
Langkah ini diambil di tengah aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing dengan nilai yang sama, yaitu Rp 1,1 triliun pada hari tersebut.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, pembelian oleh investor lokal tersebut dilakukan pada harga rata-rata Rp 5.169 per saham.
Pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026), saham bank swasta terbesar di Indonesia ini ditutup merosot 6,45 persen ke level Rp 5.075 yang merupakan titik terendahnya dalam lima tahun terakhir.
Volume perdagangan saham BBCA tercatat mencapai 572,61 juta lembar dengan frekuensi sebanyak 98.350 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 2,96 triliun.
Pelemahan saham bank ini beriringan dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 4,20 persen ke posisi 5.594, sedangkan secara tahun berjalan saham BBCA telah turun sebesar 37,15 persen.
Terkait pergerakan lanjutan, CGS International Sekuritas memproyeksikan potensi pergerakan saham BBCA untuk perdagangan Senin (8/6/2026).
Perusahaan efek tersebut memperkirakan adanya peluang koreksi lanjutan dengan batas dukungan pertama pada level 4.975 dan dukungan kedua pada level 4.875.
Namun, saham BBCA dinilai memiliki kesempatan untuk berbalik arah jika mampu menyentuh titik poros di level 5.175, dengan target batas atas pertama di 5.275 dan batas atas kedua di level 5.475.