IPCM Masuk Indeks IDX-MES BUMN 17 Mulai Juni 2026

IPCM Masuk Indeks IDX-MES BUMN 17 Mulai Juni 2026

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) resmi terpilih menjadi konstituen baru dalam indeks IDX-MES BUMN 17 di Bursa Efek Indonesia pada Senin (1/6/2026). Perusahaan penyedia jasa pemanduan dan penundaan kapal anggota Pelindo Group ini masuk dengan bobot 0,18 persen yang berlaku efektif sepanjang periode 2 Juni hingga 30 November 2026.

Dilansir dari Investasi, masuknya emiten ini didasarkan pada Pengumuman Bursa Efek Indonesia No. Peng-00089/BEI.POP/05-2026 yang dirilis pada 26 Mei 2026. Indeks IDX-MES BUMN 17 sendiri mengukur kinerja 17 saham syariah badan usaha milik negara beserta afiliasinya yang dinilai memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, dan fundamental perusahaan yang sehat hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dengan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan pengakuan pasar terhadap kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan secara berkelanjutan. Masuknya emiten tersebut juga menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perseroan di tengah dinamika industri maritim nasional.

"Kepercayaan yang diberikan melalui masuknya IPCM ke dalam indeks IDX-MES BUMN 17 menjadi bukti strategi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat. Ini juga menjadi momentum positif bagi IPCM untuk memperkuat daya tarik bagi investor dan melengkapi posisi IPCM di papan utama BEI," kata Shanti dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).

Pihak manajemen optimistis kepercayaan ini akan menaikkan visibilitas perseroan sekaligus memperluas basis investor dari segmen institusi maupun syariah. Saat ini, rasio free float saham perseroan tercatat mencapai 12,1 persen dengan harga saham berada di level Rp 324 per lembar per Jumat (29/5/2026), meskipun secara tahun berjalan pergerakannya melemah 9,5 persen.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal I-2026, laba bersih emiten mengalami pertumbuhan sebesar 3,03 persen secara tahunan menjadi Rp 45,57 miliar. Pendapatan utama bersumber dari jasa pelayanan kapal sebesar Rp 334,51 miliar atau 96,34 persen dari total pendapatan, sementara segmen jasa pengangkutan dan layanan lainnya menyumbang Rp 12,71 miliar atau tumbuh 11,12 persen secara tahunan.

Artikel terkait

Rekomendasi