PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menetapkan Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Graha Anabatic pada Kamis, 7 Mei 2026. Langkah ini diambil perseroan untuk memperkuat struktur manajemen di tengah perkembangan kebutuhan bisnis jangka panjang.
Dilansir dari Teknologi, perombakan dewan komisaris dan direksi tersebut bertepatan dengan capaian kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025. Emiten teknologi ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2 persen secara tahunan (yoy), dengan kenaikan ekuitas mencapai 33,3 persen pada periode yang sama.
Efisiensi operasional turut mendongkrak margin laba bruto perusahaan menjadi 13,6 persen dan margin laba bersih di level 3,9 persen. Pengalaman Irfan Setiaputra yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diproyeksikan mampu memberikan perspektif strategis dalam menghadapi dinamika industri teknologi yang ketat.
Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali menyampaikan bahwa perubahan pimpinan ini merupakan upaya strategis perusahaan dalam melihat potensi pasar. Penguatan struktur internal diharapkan menjadi modal utama untuk mempertahankan tren positif perusahaan.
“Penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada dalam posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan,” ungkap Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk.
Harry juga menegaskan keyakinannya terhadap masa depan perseroan setelah adanya penyegaran di jajaran pimpinan. Pihaknya berfokus pada keberlanjutan bisnis melalui struktur yang kini dinilai lebih kokoh dan stabil secara finansial.
“Dengan struktur yang diperkuat dan posisi keuangan yang semakin solid, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan,” imbuh Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk.
Selain penunjukan Irfan, RUPST menyepakati pengangkatan Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris. Di jajaran direksi, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi, serta mengangkat Jonathan Budi Tanuadji sebagai anggota direksi yang baru.
Strategi pertumbuhan ATIC ke depan akan difokuskan pada diversifikasi portofolio layanan bernilai tambah, seperti Data Modernization dan AI Digital Contact Center. Sepanjang 2025, segmen Cloud & Digital Platform Partner telah menambah 26 produk baru serta meluncurkan dua produk berbasis kekayaan intelektual mandiri.
Potensi industri teknologi informasi dan komunikasi nasional diprediksi mencapai nilai pasar USD46 miliar pada 2025 dengan proyeksi pertumbuhan 8–10 persen hingga 2030. Perseroan kini berupaya meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui standar responsivitas dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada segmen Digital Enriched Outsourcing Services.