Aktivitas berjalan kaki sebanyak 8.500 langkah setiap hari terbukti secara signifikan mampu mencegah kenaikan berat badan kembali setelah seseorang menyelesaikan program diet. Temuan ini dipresentasikan dalam European Congress on Obesity di Istanbul, Turki pada Jumat (9/5/2026) sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Riset yang dijadwalkan terbit pada International Journal of Environmental Research and Public Health ini menunjukkan bahwa konsistensi bergerak menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Data menunjukkan mayoritas individu yang mengalami obesitas cenderung kesulitan mempertahankan hasil diet mereka tanpa aktivitas fisik yang terukur.
Pemimpin penelitian dari University of Modena and Reggio Emilia, Profesor Marwan El Ghoch, menyoroti tantangan besar bagi para pelaku diet dalam menjaga massa tubuh yang ideal. Penurunan berat badan seringkali hanya bersifat sementara bagi sebagian besar penderita obesitas di seluruh dunia.
"Sekitar 80 persen orang dengan berat badan berlebih atau obesitas yang berhasil turun berat badan cenderung mengalami kenaikan lagi dalam tiga hingga lima tahun," ujar El Ghoch.
Menurutnya, dunia kesehatan sangat membutuhkan metode yang praktis dan efisien untuk membantu pasien mempertahankan kondisi tubuh mereka. Hal ini menjadi latar belakang pencarian strategi sederhana agar berat badan tetap stabil pasca-intervensi diet.
Analisis dilakukan terhadap 14 studi yang mencakup total 3.758 peserta dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang. Seluruh subjek penelitian memiliki rata-rata usia 53 tahun dan dikategorikan dalam kelompok berat badan berlebih atau obesitas.
Sebanyak 1.987 orang dalam kelompok intervensi diinstruksikan untuk mengubah gaya hidup dengan pola makan sehat serta meningkatkan jumlah langkah kaki harian. Sementara itu, 1.771 peserta lainnya ditempatkan dalam kelompok kontrol yang hanya menjalani diet tanpa dorongan aktivitas fisik tambahan.
Hasil pemantauan menunjukkan kelompok gaya hidup sehat berhasil meningkatkan aktivitas jalan kaki mereka hingga rata-rata 8.454 langkah per hari. Kelompok ini mencatatkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 4,39 persen atau setara dengan 4 kilogram.
Selama fase pemeliharaan setelah program diet berakhir, para peserta tetap aktif dengan rata-rata 8.241 langkah setiap hari. Konsistensi ini berkorelasi langsung dengan kemampuan mereka dalam mempertahankan berat badan yang sudah turun hingga masa penelitian selesai.
"Peserta sebaiknya didorong untuk mencapai sekitar 8.500 langkah per hari selama fase penurunan berat badan dan mempertahankannya setelah diet," kata El Ghoch.
Peningkatan langkah kaki harian dipandang sebagai solusi yang sangat memungkinkan bagi semua kalangan karena tidak memerlukan biaya besar. Aktivitas ini melengkapi peran pengurangan kalori yang tetap menjadi fondasi utama selama proses awal penurunan berat badan.