Jamkrida Sumbar Terapkan Strategi Ini Demi Dongkrak Imbal Jasa Penjaminan

Jamkrida Sumbar Terapkan Strategi Ini Demi Dongkrak Imbal Jasa Penjaminan

PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memacu pertumbuhan Imbal Jasa Penjaminan (IJP). Seperti dilansir dari Keuangan, langkah ini diambil sebagai respons atas situasi ekonomi yang menantang.

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menjelaskan bahwa salah satu fokus utama perusahaan adalah memperkokoh bisnis inti. Upaya ini direalisasikan melalui langkah diversifikasi produk penjaminan.

Diversifikasi tersebut mencakup lini penjaminan produktif, nonproduktif, hingga penjaminan syariah atau kafalah pembiayaan syariah. Selain itu, transformasi digital juga tengah digulirkan lewat penyediaan portal online terintegrasi demi mempercepat proses pengajuan.

Jamkrida Sumbar turut memperluas jalinan kemitraan dengan perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi, dan lembaga keuangan lainnya untuk menggenjot volume penjaminan.

"Selain itu, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna mendukung sektor prioritas pembangunan daerah, serta memperluas captive market penjaminan," ucapnya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

Upaya peningkatan literasi penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga diintensifkan melalui pelatihan dan sosialisasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan utilisasi fasilitas penjaminan yang tersedia.

Dari aspek manajemen risiko, perusahaan mempertegas mitigasi melalui reasuransi serta skema co-guarantee guna menjaga kesehatan portofolio keuangan dan menekan angka klaim.

Efisiensi operasional juga diaplikasikan melalui pemanfaatan sertifikat elektronik, e-signature, dan e-materai demi mempertahankan profitabilitas.

Terkait segmen syariah, Ibnu Fadhli memaparkan adanya rencana perluasan kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan koperasi syariah di Sumatera Barat yang memiliki potensi pasar besar.

Ibnu Fadhli tidak menampik bahwa mengoptimalkan performa IJP dalam situasi ekonomi saat ini memerlukan kerja keras karena industri penjaminan sangat terikat dengan pertumbuhan kredit perbankan.

"Ketika ekonomi melambat, otomatis permintaan pembiayaan ikut tertahan dan berdampak langsung pada bisnis penjaminan," ungkap Ibnu.

Berdasarkan data performa keuangan terbaru, nilai pencapaian IJP Jamkrida Sumbar tercatat berada di angka Rp 41,31 miar per April 2026. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 33,68% jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi