PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi menetapkan susunan direksi baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/5/2026). Emiten bengkel spesialis kaki-kaki mobil tersebut kini fokus pada langkah ekspansi dan digitalisasi bisnis.
Dilansir dari Money, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Dodon Tri Koeswardana dari jabatan Direktur. Sebagai penggantinya, perseroan menunjuk Simon Arosokhi Gulo yang juga akan mengemban tugas sebagai Sekretaris Perusahaan sementara.
Direktur Utama KAQI Imam Sujono menilai Simon memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam bidang hukum perusahaan serta tata kelola perusahaan yang baik.
“Beliau memiliki kompetensi yang kuat dalam aspek kepatuhan, manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan,” ujar Imam Sujono, Direktur Utama KAQI.
Perusahaan juga melakukan penyesuaian administratif pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025 yang mencakup bidang reparasi, pencucian, serta perdagangan eceran suku cadang mobil. Langkah penguatan operasional ini sejalan dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.
Manajemen KAQI memproyeksikan perluasan jaringan pasar ke wilayah luar Jawa secara bertahap demi menjaga pertumbuhan jangka panjang.
“Pulau Jawa masih menjadi focus utama saat ini, dengan rencana ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap,” kata Imam Sujono, Direktur Utama KAQI.
Perseroan mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 33,62 persen menjadi Rp76,84 miliar pada 2025, dengan laba bersih tumbuh mencapai Rp9,4 miliar. Seluruh laba bersih tersebut diputuskan untuk dialokasikan sebagai cadangan umum perusahaan.
“Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan,” tutur Imam Sujono, Direktur Utama KAQI.
Realisasi penyerapan dana hasil IPO perseroan telah menyentuh angka Rp48,5 miliar per akhir Desember 2025. Sisa dana sebesar Rp1,07 miliar saat ini ditempatkan pada instrumen deposito dan ditargetkan terealisasi seluruhnya pada semester I/2026.