Jasa Armada Indonesia Perkuat Layanan Logistik Dukung Hilirisasi Nasional

Jasa Armada Indonesia Perkuat Layanan Logistik Dukung Hilirisasi Nasional

PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) bersama induk usahanya PT Pelindo Jasa Maritim memperkuat dukungan terhadap program hilirisasi nasional melalui optimalisasi layanan transhipment komoditas strategis pada Senin (11/5/2026). Langkah ini menyasar pengangkutan nikel, tembaga, hingga batu bara di wilayah strategis Indonesia.

Sinergi antara kedua entitas tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan layanan maritim dan membuka kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemilik proyek. Hal ini dilakukan guna memperkokoh rantai logistik energi serta mineral nasional sebagaimana dilansir dari Market.

Direktur Strategi dan Komersial SPJM, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk peran aktif perusahaan dalam agenda pemerintah. Fokus utama terletak pada penyediaan layanan terintegrasi untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas utama.

“Sinergi dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi pemerintah. Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek,” ujarnya Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, Direktur Strategi dan Komersial SPJM.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan layanan angkutan laut, jasa tunda-pandu, hingga pengelolaan terminal khusus. Saat ini, IPCM telah melayani berbagai titik strategis mulai dari terminal LNG milik PT Jawa Satu Power hingga operasional nikel di Pelabuhan Weda dan terminal khusus di Laiwui.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menambah armada untuk memenuhi lonjakan kebutuhan logistik. Penambahan ini diproyeksikan dapat mengoptimalkan jawaban terhadap kebutuhan sektor energi dan mineral nasional.

“IPCM siap memperkuat jumlah armada guna mendukung program hilirisasi, sehingga layanan angkutan, tunda-pandu, dan terminal khusus dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan logistik energi dan mineral nasional,” kata Shanti Puruhita, Direktur Utama IPCM.

Selain ekspansi kapasitas, perseroan menjalankan strategi penguatan joint business dengan pemilik proyek seperti PT Bukit Asam Tbk. dan Pertamina. Upaya ini dibarengi dengan capaian performa keuangan yang positif pada periode awal tahun ini.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal I/2026, IPCM membukukan laba bersih senilai Rp45,57 miliar, mengalami kenaikan sebesar 3,03 persen secara tahunan. Total aset perusahaan juga tumbuh menjadi Rp1,79 triliun dengan peningkatan arus kas operasi sebesar 36,29 persen menjadi Rp102,10 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi