Jasa Marga Catat Core Profit Rp3,7 Triliun dan Ubah Pengurus

Jasa Marga Catat Core Profit Rp3,7 Triliun dan Ubah Pengurus

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba inti atau core profit stabil di angka Rp3,7 triliun serta pendapatan usaha mencapai Rp19,8 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian keuangan tersebut dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dilansir dari harianbasis.co, emiten berkode saham JSMR ini mengalokasikan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun atau setara dengan 31 persen dari total laba bersih. Sementara itu, sisa laba bersih perseroan tahun 2025 akan digunakan sebagai laba ditahan untuk cadangan perusahaan.

Selain menetapkan dividen, rapat tersebut mengumumkan perombakan total pada jajaran dewan komisaris dan direksi. Pemegang saham mengangkat Rivan A. Purwantono sebagai Direktur Utama dan Andry Tanudjaja sebagai Wakil Direktur Utama untuk memimpin manajemen baru Jasa Marga.

Posisi Direktur Bisnis kini diamanatkan kepada Reza Febriano, sedangkan Yoga Tri Anggoro mengisi jabatan Direktur Human Capital dan Transformasi. Struktur manajemen juga diperkuat oleh Pramitha Wulanjani selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Yaya Ruhiya sebagai Direktur Layanan, Fitri Wiyanti sebagai Direktur Operasi, dan Ari Respati sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

"Segenap Keluarga Besar Jasa Marga Group mengucapkan, selamat bertugas kepada jajaran Direksi Jasa Marga Group," tulis Jasa Marga, Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam unggahan akun Instagram resminya.

Pihak perseroan mengharapkan pergantian kepengurusan ini mampu menstimulasi inovasi yang berdampak positif bagi masa depan lini bisnis jalan tol.

"Semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban amanah, menghadirkan kepemimpinan yang membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan, serta menginspirasi seluruh Roadster Jasa Marga untuk terus bertumbuh dan berinnovasi," sambung Persero, Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pada jajaran pengawas, RUPST menetapkan Juri Ardiantoro sebagai Komisaris Utama. Jabatan komisaris lainnya ditempati oleh Syamsul Bachri Yusuf, M Asrorun Ni’am Sholeh, Nurul Ghufron, serta tiga komisaris independen yaitu Tedi Kurniawan, Nachrowi Ramli, dan Rudi Antariksawan.

"Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan," ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara year-on-year (yoy) berkat aksi equity financing pada akhir 2024 menjadi faktor utama stabilitas performa keuangan perseroan saat ini.

"Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung by keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," jelas Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Hingga akhir 2025, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional dengan mengoperasikan 1.294 kilometer jalur tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Ruas jalan tol tersebut mencatat volume transaksi sebesar 1,31 miliar kendaraan dengan rata-rata lalu lintas harian mencapai 3,58 juta kendaraan.

"Kami akan mengupayakan peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur. Kami yakin dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional yang solid," tutup Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Artikel terkait

Rekomendasi