Jasa Marga Tingkatkan Layanan Tol Lewat Teknologi JMTC dan Travoy

Jasa Marga Tingkatkan Layanan Tol Lewat Teknologi JMTC dan Travoy

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan tol. Melalui sistem ini, akurasi prediksi lalu lintas diklaim mampu mendekati angka 98 persen.

Data dari investortrust.id menunjukkan bahwa informasi hasil prediksi tersebut kemudian diintegrasikan langsung dengan aplikasi Travoy. Sepanjang tahun 2025, jumlah pengunduh asisten digital perjalanan ini melesat hingga 48 persen menjadi 1,1 juta orang.

Langkah transformasi digital ini berdampak positif terhadap Customer Satisfaction Index Jasa Marga tahun 2025 yang meraih skor 5,13 dari skala 6. Pencapaian ini menempatkan indeks kepuasan pelanggan perseroan masuk dalam kategori puas.

Selain aspek teknologi, emiten berkode saham JSMR ini juga fokus pada pembenahan fasilitas fisik. Hingga akhir Desember 2025, badan usaha jalan tol tersebut telah mengoperasikan total 59 rest area di seluruh jaringan jalan tol miliknya.

Sebanyak 26 lokasi atau sekitar 44 persen dari total tempat istirahat tersebut merupakan Travoy Rest yang dikelola mandiri. Perseroan menjalankan program rejuvenasi untuk memperbarui fasilitas umum, menata tenant, serta mengoptimalkan area parkir dan ruang terbuka hijau.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyampaikan kebijakan pembagian keuntungan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Rabu, 20 Mei 2026. Dari laba bersih tahun buku 2025, perseroan membagikan dividen total Rp1,1 triliun.

"Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp 156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date) 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan," kata Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Di samping menetapkan pembagian dividen, Jasa Marga mencatatkan kinerja finansial yang tangguh. Keberhasilan perusahaan menekan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan turut menopang stabilitas laba inti mereka di level Rp3,7 triliun.

"Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung by keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," jelas Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga kini menguasai 42 persen pangsa pasar nasional. Total panjang jalan tol operasi yang dikendalikan oleh perusahaan telah mencapai 1.294 kilometer dari keseluruhan konsesi sepanjang 1.736 kilometer.

Artikel terkait

Rekomendasi