PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan performa finansial yang tangguh pada periode kuartal pertama tahun 2026. Emiten alat kesehatan ini berhasil meningkatkan profitabilitas seiring dengan kenaikan volume penjualan di berbagai lini bisnis utama.
Dilansir dari Money, perusahaan membukukan penjualan bersih mencapai Rp 572,2 miliar sepanjang kuartal I-2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 31,1 persen dibandingkan capaian Rp 436,3 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan ini dipicu oleh lonjakan volume penjualan yang tumbuh pesat hingga 54,1 persen menjadi 941,9 juta unit. Tingginya permintaan pasar domestik dipengaruhi oleh peningkatan alokasi belanja pemerintah di sektor kesehatan pada awal tahun ini.
Meskipun terdapat penyesuaian harga jual rata-rata (ASP) pada produk bervolume tinggi, pertumbuhan operasional tetap terjaga di berbagai segmen. Segmen bioteknologi dan laboratorium mencatatkan pertumbuhan tertinggi yang mencapai 199,7 persen secara tahunan.
Segmen Barang Medis Habis Pakai (BMHP) juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan volume sebesar 83,2 persen. Selain itu, lini diagnostik dan peralatan medis tumbuh 68,6 persen, diikuti segmen perawatan luka yang meningkat 19,9 persen.
Pertumbuhan stabil terlihat pada segmen antiseptik dan cairan dialisis sebesar 12,6 persen serta alat bantu jalan sebesar 18,3 persen. Namun, segmen furnitur rumah sakit mengalami koreksi sebesar 54,3 persen akibat dinamika permintaan pasar.
Peningkatan Profitabilitas dan Efisiensi Operasional
Laba bruto perseroan naik 40,2 persen menjadi Rp 205,9 miliar dengan margin yang meningkat ke level 36,0 persen. Kinerja operasional yang efisien mendorong laba usaha tumbuh 67,8 persen menjadi Rp 112,0 miliar.
Hingga akhir Maret 2026, laba tahun berjalan OMED tercatat sebesar Rp 99,0 miliar. Angka ini meningkat 35,4 persen dibandingkan laba kuartal I-2025 yang berada di posisi Rp 73,1 miliar dengan margin laba bersih 17,3 persen.
| Indikator Keuangan | Kuartal I-2025 | Kuartal I-2026 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|---|
| Penjualan Bersih | Rp 436,3 Miliar | Rp 572,2 Miliar | 31,1% |
| Laba Bruto | Rp 146,8 Miliar | Rp 205,9 Miliar | 40,2% |
| Laba Usaha | Rp 66,7 Miliar | Rp 112,0 Miliar | 67,8% |
| Laba Bersih | Rp 73,1 Miliar | Rp 99,0 Miliar | 35,4% |
| Volume Penjualan | 611,2 Juta Unit | 941,9 Juta Unit | 54,1% |
Kondisi Keuangan dan Proyeksi Mendatang
Perseroan mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan current ratio sebesar 11,1 kali dan rasio utang berbunga terhadap ekuitas yang sangat rendah di level 0,01 kali. Efisiensi manajemen modal kerja terlihat dari Cash Conversion Cycle yang membaik menjadi 202 hari.
Manajemen menyatakan optimisme terhadap prospek pertumbuhan di sisa tahun 2026 meski menghadapi tantangan geopolitik global. Fokus utama perusahaan akan tertuju pada penguatan jaringan distribusi serta pengembangan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Upaya menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan ekspansi pasar dilakukan melalui optimalisasi bauran produk. OMED juga berencana melakukan ekspansi pasar secara selektif, baik di pasar dalam negeri maupun melalui jalur ekspor.