Kabupaten Cirebon Tetapkan KLB Campak Usai Tiga Balita Meninggal Dunia

Kabupaten Cirebon Tetapkan KLB Campak Usai Tiga Balita Meninggal Dunia

Pemerintah Kabupaten Cirebon secara resmi memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit campak di empat wilayah kecamatan. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan signifikan jumlah kasus serta laporan adanya tiga balita yang meninggal dunia baru-baru ini.

Empat wilayah yang kini berstatus KLB meliputi Kecamatan Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin. Berdasarkan data yang dikutip dari Lifestyle, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat terdapat 119 kasus suspek hingga pekan ke-15 tahun 2026.

Dari total suspek tersebut, sebanyak 23 pasien telah dikonfirmasi positif campak melalui pengujian laboratorium. Terkait kasus kematian, otoritas kesehatan memastikan dua dari tiga balita yang meninggal dunia positif mengidap campak, sementara satu lainnya dinyatakan negatif.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menegaskan bahwa fatalitas pada balita ini menjadi peringatan keras bagi otoritas pemerintah maupun masyarakat luas. Ia menekankan bahwa penyakit menular ini sebenarnya sangat mungkin untuk diantisipasi sejak dini.

"Ini menjadi perhatian serius kami karena sudah ada balita yang meninggal dunia. Penyakit campak sebetulnya bisa dicegah jika cakupan imunisasi berjalan baik," kata Imron pada Senin (11/5/2026).

Saat ini, Pemerintah Daerah tengah mengintensifkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal darurat. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penularan dan melindungi kelompok usia rentan di wilayah terdampak.

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga praktik dokter dan bidan mandiri, telah dikerahkan untuk mempercepat vaksinasi. Imron mengimbau orang tua agar tidak ragu memberikan proteksi bagi anak-anak mereka melalui imunisasi campak-rubella.

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa imunisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan untuk melindungi anak-anak," kata Imron.

Berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan, konsentrasi kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Greged dan Ciwaringin. Greged melaporkan 33 kasus suspek dengan 7 hasil positif, sementara Ciwaringin mencatatkan 33 suspek dengan 9 pasien positif.

Data wilayah lain menunjukkan Kecamatan Mundu memiliki 29 suspek dengan 2 kasus positif, sedangkan Kecamatan Sumber mencatat 24 suspek dengan 5 hasil laboratorium positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menjelaskan bahwa akumulasi kasus ini dipicu oleh rendahnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 40 persen balita di Cirebon diketahui belum mendapatkan dosis vaksin campak secara lengkap.

"Kami melihat masih banyak anak yang belum memiliki imunisasi lengkap. Kondisi ini membuat penularan campak lebih cepat terjadi," kata Eni.

Program ORI ditargetkan menyasar 12.221 anak dengan rentang usia 9 hingga 59 bulan, yang dijadwalkan berlangsung pada 4–19 Mei 2026. Area pelaksanaan tidak hanya terbatas pada empat kecamatan KLB, melainkan meluas ke tujuh kecamatan sekitarnya sebagai tindakan preventif.

Setelah masa imunisasi massal berakhir, petugas medis akan melakukan penyisiran atau sweeping ke rumah-rumah warga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan balita yang sempat tertunda imunisasinya karena kondisi kesehatan tertentu tetap terdata dan mendapatkan vaksin.

"Kami berharap masyarakat tidak lagi takut atau menolak imunisasi. Ini penting untuk mencegah munculnya korban baru," kata Eni.

Artikel terkait

Rekomendasi