PT KAI Bangun Rumah Murah di Stasiun Manggarai Juli 2026

PT KAI Bangun Rumah Murah di Stasiun Manggarai Juli 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersiap melaksanakan peletakan batu pertama proyek hunian vertikal terjangkau di area Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, pada Juli 2026. Langkah ini diambil guna menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan memanfaatkan lahan strategis milik perusahaan.

Pengerjaan proyek properti ini diserahkan kepada anak usaha KAI, yaitu PT KA Properti Manajemen, dengan target penyelesaian konstruksi keseluruhan pada akhir tahun 2027. Seperti dilansir dari Detik Finance, informasi penandatanganan kerja sama ini disampaikan dalam acara kemitraan bersama Bank Tabungan Negara, Badan Pusat Statistik, dan Pemprov DKI Jakarta.

Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto memaparkan rencana tenggat waktu pembangunan tempat tinggal tersebut.

"Kami akan coba canangkan mulai groundbreaking di sekitar Juli nanti. Harapannya, akhir 2027 kita sudah bisa selesaikan konstruksinya," ujar Endiyanto.

Penjelasan lebih lanjut mengenai teknis pembangunan juga disampaikan oleh pihak manajemen terkait luasan wilayah operasional proyek. Kompleks hunian bertingkat ini bakal berdiri di atas area seluas 2,1 hektare dengan mendirikan tujuh menara yang mencapai ketinggian 24 lantai.

Rencana klasifikasi bangunan akan dibagi menjadi beberapa blok perumahan sesuai dengan target konsumennya. Unit di Blok G disiapkan sebanyak 1.210 hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT), sedangkan Blok F menyediakan 3.432 unit segmen premium.

Endiyanto memerinci detail kisaran harga jual dan tipe bangunan untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah tersebut.

"Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," ujar Endiyanto.

KAI menetapkan skema kemitraan strategis dengan beberapa perusahaan pelat merah lain demi pemenuhan utilitas publik di area tersebut. Sinergi antar-BUMN ini mencakup penyediaan infrastruktur mendasar mulai dari aliran listrik, pasokan air bersih, jaringan gas bumi, hingga akses internet.

Pihak pengembang menegaskan komitmen untuk mewujudkan lingkungan yang ramah dan menunjang interaksi sosial penghuninya.

"Harapannya, kawasan ini dibangun seramah dan se-homey mungkin dengan fasilitas seperti sarana olahraga dan area komunal," ujar Endiyanto.

Artikel terkait

Rekomendasi