KAI dan BTN Bangun Proyek Hunian Vertikal di Stasiun Manggarai

KAI dan BTN Bangun Proyek Hunian Vertikal di Stasiun Manggarai

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Bank Tabungan Negara menjalin kerja sama untuk membangun proyek hunian vertikal terpadu di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, pada Jumat (23/5/2026).

Kawasan seluas 62 hektar tersebut dilansir dari Money bakal dirancang sebagai pusat bisnis baru atau central business district (CBD) di Jakarta yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi massal.

Pengembangan infrastruktur ini ditargetkan menyamai kawasan bisnis Sudirman Central Business District (SCBD) dengan penambahan berbagai fasilitas komersial dan hiburan premium.

"Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Pembangunan pusat bisnis baru ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya fasilitas penunjang dengan standar kelas atas.

"Kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Proyek pengerjaan hunian vertikal setinggi 24 lantai ini akan digarap oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Properti Manajemen, di atas lahan seluas 2,1 hektar dengan total tujuh tower.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking rumah layak dan murah ini dijadwalkan mulai Juli 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2027.

Langkah penyediaan rumah terintegrasi di pusat kota ini diambil guna merespons tingginya biaya transportasi para pekerja muda yang selama ini tinggal di wilayah penyangga ibu kota.

"Kita lihat banyaknya pekerja di Jakarta tidak memiliki pemukiman di kota tersebut. Transportation cost bisa 20 sampai 25 persen dari income bulanan," ujar Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Kawasan Stasiun Manggarai saat ini melayani pergerakan sekitar 300.000 penumpang per hari yang terhubung dengan layanan KRL Jabodetabek, LRT, kereta bandara, hingga kereta jarak jauh.

Proyek hunian ini direncanakan memiliki ukuran unit yang lebih luas di atas 40 meter persegi demi kenyamanan para penghuni dari kalangan pekerja dan aparatur sipil negara.

"Kalau ngomong tipe studio sekarang sudah malu-maluin, kita ngomongnya tipe di atas 40 meter," kata Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Pembangunan hunian dibagi ke dalam dua blok, di mana Blok G menyediakan 1.210 unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT) dengan tipe 36 dan 45.

Sementara itu, kawasan Blok F akan dibangun sebanyak 3.432 unit hunian dengan konsep yang dirancang lebih premium dibandingkan Blok G.

"Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," ujar Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Artikel terkait

Rekomendasi