KAI Logistik tengah melakukan pengkajian mendalam untuk meningkatkan kapasitas angkut peti kemas melalui layanan KA Ronggowarsito guna memperkuat konektivitas distribusi barang pada Jumat (8/5/2026). Langkah strategis ini menyasar pemenuhan kebutuhan logistik di kawasan industri Semarang dan sekitarnya.
Peningkatan kapasitas ini dipicu oleh pertumbuhan permintaan distribusi dari pelaku industri yang membutuhkan layanan logistik terjadwal dalam volume besar. Dilansir dari Money, layanan ini dirancang untuk menghubungkan pusat produksi di Jakarta dan Karawang menuju Semarang secara langsung.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyatakan bahwa optimalisasi layanan ini merupakan jawaban atas tantangan logistik di wilayah Jawa Tengah. Perusahaan manufaktur dinilai membutuhkan moda transportasi yang lebih efisien dibandingkan pilihan moda lainnya.
"Dengan mengoptimalkan layanan KA Ronggowarsito, KAI Logistik hadir untuk menjawab tantangan logistik di Jawa Tengah, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan manufaktur yang membutuhkan moda transportasi lebih efisien dan andal dibandingkan moda transportasi lainnya," ujar Aniek Dwi Deviyanti, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik.
Rencana pengembangan operasional KA Ronggowarsito diproyeksikan akan menggunakan rangkaian 25 Gerbong Datar (GD) dengan frekuensi keberangkatan setiap dua hari sekali. Kapasitas tersebut setara dengan pengangkutan 900 ton atau 50 TEUs untuk satu kali perjalanan.
"Kapastias ini setara dengan 50 TEUs atau 900 ton dalam sekali perjalanan. Jika diakumulasikan, layanan ini mampu melayani hingga 13.500 ton barang per bulan, yang diharapkan mulai dapat dioperasikan pada Mei 2026," kata Aniek Dwi Deviyanti, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik.
Sektor pabrikan dan fast-moving consumer goods (FMCG) menjadi fokus utama dari penguatan layanan ini karena membutuhkan ketepatan waktu serta keamanan barang. Selain itu, integrasi titik logistik di Klari, Karawang, diharapkan mampu mempercepat reposisi angkutan shipping line.
Pemanfaatan moda berbasis rel ini juga diklaim sebagai solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi industri nasional. Pengurangan beban lalu lintas di jalur darat menjadi salah satu keunggulan dari konsep green logistics yang diusung perusahaan.
"Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur darat. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan industri strategis seperti Semarang," tutur Aniek Dwi Deviyanti, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik.