Kondisi jerawat pada wajah ternyata tidak hanya dipicu oleh faktor kebersihan atau penggunaan produk perawatan kulit saja. Dilansir dari Detik Health, konsumsi makanan sehari-hari seperti asupan tinggi gula dan produk susu diketahui memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan kulit.
Dokter sekaligus praktisi estetika, dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa jenis makanan tertentu dapat memicu kondisi breakout. Meski demikian, dampak yang dirasakan setiap individu tidak selalu seragam saat mengonsumsi makanan tersebut.
"Tidak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat," ujar dr Silvia.
Secara medis, hubungan antara asupan makanan dan kemunculan jerawat berkaitan erat dengan proses peradangan internal. Perubahan hormon yang dipicu pola makan tertentu dapat meningkatkan produksi minyak, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan meradang.
Makanan cepat saji atau junk food menjadi salah satu kelompok asupan yang paling sering dikaitkan dengan munculnya jerawat. Produk ini biasanya masuk dalam kategori ultra processed food yang mengandung kalori, lemak, dan garam dalam kadar tinggi.
Menurut dr Silvia, makanan cepat saji memiliki pengaruh besar bagi mereka yang memiliki masalah kulit. Penurunan kualitas nutrisi pada makanan yang diproses secara berlebihan ini menjadi faktor utama pemicu gangguan pada wajah.
"Kalau untuk makanan yang paling berpengaruh ke jerawat itu biasanya junk food, fast food. Intinya makanan yang diproses, bukan real food," ujar dr Silvia.
Penelitian dalam JAMA Dermatology mendukung pernyataan tersebut dengan temuan bahwa individu yang rutin mengonsumsi produk ultra proses memiliki risiko jerawat lebih tinggi. Kandungan gula dan lemak di dalamnya memicu reaksi inflamasi yang memperburuk kondisi kulit.
Risiko Produk Susu dan Kandungan Gluten
Selain makanan olahan, produk olahan susu (dairy product) dan makanan tinggi gluten juga dilaporkan menjadi pemicu bagi sebagian orang. Namun, hal ini sangat bergantung pada tingkat sensitivitas tubuh masing-masing individu terhadap zat tersebut.
"Kalau yang agak alergi dengan dairy product itu juga bisa bikin jerawat. Terus yang tinggi gluten juga itu pengaruh. Tapi nggak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat," ujar dr Silvia.
Konsumsi susu sapi secara rutin, terutama pada kelompok remaja, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko acne vulgaris. Beberapa studi menunjukkan bahwa susu dapat memengaruhi hormon yang mengatur produksi sebum atau minyak alami pada permukaan kulit wajah.
Sementara itu, bagi individu dengan sensitivitas gluten, asupan ini diduga memicu peradangan sistemik. Reaksi tersebut kemudian berdampak pada kesehatan kulit, yang sering kali bermanifestasi dalam bentuk breakout yang sulit untuk disembuhkan.
Pengaruh Lonjakan Gula terhadap Peradangan
Minuman manis kemasan, soda, hingga tren minuman kekinian dengan kadar gula tinggi turut menjadi faktor yang memperparah kondisi wajah. dr Silvia menekankan bahwa konsumsi pemanis berlebih merupakan faktor yang wajib diwaspadai oleh pemilik kulit sensitif.
"Tinggi gula juga termasuk salah satunya. Jadi minuman manis, minuman kaleng, minuman botol, minuman soda, semuanya itu juga bisa bikin kulit berjerawat," ujar dr Silvia.
Lonjakan kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan manis akan memicu peningkatan hormon insulin dalam tubuh. Peningkatan insulin ini merangsang produksi minyak berlebih yang menjadi cikal bakal terbentuknya sumbatan pada pori-pori kulit.
Laporan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menyebutkan pola makan dengan indeks glikemik tinggi sangat berhubungan dengan keparahan jerawat. Oleh karena itu, pengaturan asupan karbohidrat olahan dan gula harian menjadi langkah krusial dalam perawatan kulit dari dalam.