Tren kuliner ubi cream cheese saat ini tengah viral di media sosial dan berbagai pusat perbelanjaan. Perpaduan ubi Cilembu panggang dengan isian cream cheese yang lembut membuat masyarakat rela mengantre berjam-jam untuk mencobanya.
Di balik popularitasnya, muncul pertanyaan mengenai dampak camilan manis dan creamy ini bagi kesehatan. Dilansir dari Detik Health, ubi Cilembu yang menjadi bahan utama merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh.
Ubi jenis ini mengandung serat, vitamin A, vitamin C, serta antioksidan beta karoten. Selain itu, ubi memiliki indeks glikemik (IG) relatif rendah, yaitu di kisaran 44-61 tergantung cara pengolahannya.
Kandungan serat pada ubi membantu memperlambat penyerapan gula sehingga energi dilepas lebih stabil. Umbi-umbian ini juga kaya kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah tubuh.
Penelitian dalam jurnal Metabolites tahun 2024 menunjukkan bahwa ubi memiliki senyawa bioaktif. Senyawa ini berperan penting dalam menjaga kesehatan metabolik serta mendukung kesehatan usus.
Tambahan cream cheese berfungsi melengkapi zat gizi karena ubi secara alami rendah protein. Krim keju ini juga menyumbang kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, gigi, serta fungsi otot.
Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) tahun 2017, ubi Cilembu berukuran 100 gram mengandung 186 kkal energi, 44,3 gram karbohidrat, 2 gram protein, kalium 62 mg, kalsium 37 mg, dan beta karoten 26 mcg.
Sementara itu, porsi cream cheese sekitar 30 gram memiliki energi 70 kkal, lemak 2,8 gram, protein 3,4 gram, dan karbohidrat 1 gram. Angka ini bisa bervariasi tergantung merek yang digunakan.
Jika kedua bahan tersebut digabungkan, total energi satu porsi ubi cream cheese mencapai 256 kkal. Hidangan ini juga mengandung 5,4 gram protein, 45,3 gram karbohidrat, serta 3 gram lemak.
Jumlah kalori tersebut masih tergolong normal sebagai camilan harian. Terutama bagi individu yang memiliki kebutuhan energi harian sekitar 2.500 kkal.
Risiko Tambahan Bahan Pemanis
Total kalori hidangan ini dapat melonjak drastis jika ditambahkan bahan-bahan lain. Penambahan topping seperti keju mozzarella, gula pasir, gula aren, atau susu kental manis akan meningkatkan kadar gula.
Kombinasi bahan tambahan tersebut berisiko mengubah ubi cream cheese menjadi camilan tinggi kalori. Konsumsi yang berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, hingga gangguan metabolik.